Apakah Iman dan Islam Sama?

Apakah Iman dan Islam Sama?

Amat putih bajunya dan sangat hitam rambutnya. Ia lalu mendekati orang yang ada di hadapannya dan berkata:

يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ

“Wahai Muhammad, beritahukan aku tentang Islam!”

Nabi ﷺ pun bersabda:

اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ   وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً

“Islam yaitu engkau bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, engkau mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan dan engkau pergi haji jika mampu.”

Lalu ia berkata lagi:

فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ

“Beritahukan aku tentang Iman!”

Nabi ﷺ pun bersabda:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.

“Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.”

Di akhir hadis, setelah orang itu pergi Nabi ﷺ bersabda:

فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ

“Sesungguhnya itu adalah Jibril. Ia datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian agama kalian!” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Islam bukanlah iman, dan iman bukanlah Islam.

Sebab, Jibril dalam hadis tadi membedakan antara iman dan Islam. Dan Nabi ﷺ juga menjawab tentang keduanya dengan jawaban yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

فجعل النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم الإسلام الأعمال الظاهرة، وجعل الإيمان الأعمال الباطنة،

“Nabi ﷺ menjadikan Islam sebagai amalan lahir dan menjadikan iman sebagai amalan batin.” (Syarh Al-‘Aqidah As-Safaariiniyyah)

Bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan dan melaksanakan haji. Bukankah semua ini amalan lahir?

Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir dan beriman kepada takdir-Nya. Bukankah semua ini amalan batin?

Itu menunjukkan bahwa Islam bukanlah iman, dan iman bukanlah Islam.

Itu kalau keduanya disebutkan secara bersamaan.

Adapun kalau keduanya disebutkan secara terpisah, maka Islam adalah iman, dan iman adalah Islam.

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

وإن ذُكر أحدهما منفرداً عن الآخر دخل هذا في هذا

“Jika salah satu dari keduanya disebutkan secara terpisah dari yang lain, maka yang satu masuk ke yang lain.” (Syarh Al-‘Aqidah As-Safaariiniyyah)

Apa contohnya?

Syekh ‘Abdul ‘Aziz Ar-Rajhi berkata:

فمثلاً: (الإيمان بضع وسبعون شعبة)، يدخل فيه الإسلام: {إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإِسْلامُ} [آل عمران:19] يدخل فيه الإيمان

“Contohnya: ‘iman itu berjumlah tujuh puluh sekian cabang’, maka Islam masuk di dalamnya. ‘Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam’, maka iman masuk di dalamnya.” (Syarh Al-Iqtishad Fii Al-I’tiqad)

Dalam hadis, Nabi ﷺ mengabarkan bahwa iman itu berjumlah tujuh puluh sekian cabang. Maka begitu pula Islam, berjumlah tujuh puluh sekian cabang. Iman di sini artinya Islam juga.

Dan dalam Al-Quran, Allah mengabarkan bahwa yang Dia ridai adalah Islam. Maka begitu pula iman, Dia meridainya. Islam di sini artinya iman juga.

Imam As-Safarini berkata:

فَالْإِيمَانُ وَالْإِسْلَامُ كَاسْمِ الْفَقِيرِ وَالْمِسْكِينِ إِذَا اجْتَمَعَا افْتَرَقَا، وَإِذَا افْتَرَقَا اجْتَمَعَا، فَإِذَا أُفْرِدَ أَحَدُهُمَا دَخَلَ فِيهِ الْآخَرُ، وَإِذَا قُرِنَ بَيْنَهُمَا احْتَاجَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا إِلَى تَعْرِيفٍ يَخُصُّهُ

“Iman dan Islam seperti kata fakir dan miskin. Jika keduanya disebutkan secara bersamaan, maka makna keduanya berbeda. Dan jika keduanya disebutkan secara terpisah, maka makna keduanya sama. Jika salah satu dari keduanya disebutkan secara terpisah, maka yang lainnya masuk ke dalamnya. Dan jika keduanya digandengkan, maka masing-masingnya membutuhkan pengertian yang khusus.” (Lawami’ Al-Anwar Al-Bahiyyah)

Namun, apakah itu disepakati oleh para ulama?

Tidak!

 

Perbedaan Pendapat Dalam Hal Ini

  1. Islam adalah iman dan iman adalah Islam, baik keduanya disebutkan secara bersamaan maupun terpisah.

Ini adalah pendapat Muhammad bin Nashr Al-Marwazi, Ibnu ‘Abdil Barr, Imam Bukhari dan selainnya.

Apa dalil pendapat ini?

Allah berfirman tentang siksa yang menimpa negeri kaum Nabi Luth:

فَأَخْرَجْنَا مَنْ كَانَ فِيهَا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ، فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di dalamnya itu. Maka Kami tidak mendapati di dalamnya, kecuali sebuah rumah dari orang-orang muslim.” (QS. Adz-Dzariyaat: 35-36)

Sebuah rumah dari orang-orang muslim yaitu rumah Nabi Luth.

Dalam ayat ini Allah menggelari penghuni rumah Nabi Luth dengan sifat iman dan Islam. Itu menunjukkan bahwa makna iman dan Islam adalah sama.

 

  1. Islam adalah 2 kalimat syahadat, sedangkan iman adalah amalan. Dan ini adalah pendapat Az-Zuhri, Hammad bin Zaid, dan yang lainnya.

Apa dalil pendapat ini?

Allah berfirman:

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الإيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ

“Orang-orang Arab Badui itu berkata: ‘Kami telah beriman’. Katakanlah (kepada mereka): ‘Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: ‘Kami telah Islam (tunduk) ‘, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu.” (QS. Al-Hujurat:  14)

 

  1. Islam adalah iman dan iman adalah Islam jika keduanya disebutkan secara terpisah. Dan Islam adalah amalan anggota badan, sedangkan iman adalah amalan hati, jika keduanya disebutkan secara bersamaan.

Dan pendapat inilah yang banyak dipegang oleh mayoritas Ahlussunnah dan pendapat inilah yang-Allahu a’lam-benar.

Syekh ‘Abdul ‘Aziz Ar-Rajhi berkata:

والقول الثالث: قول جمهور أهل السنة، وهو الصواب، وهو أن الإسلام والإيمان إذا اجتمعا افترقا وإذا افترقا اجتمعا

“Pendapat ketiga yaitu pendapat mayoritas Ahlussunnah dan itulah pendapat yang benar, yakni bahwa Islam dan iman itu jika disebutkan secara bersamaan, maka makna keduanya berbeda. Dan jika keduanya disebutkan secara terpisah, maka makna keduanya sama.” (Syarh Kitab Al-Iman Liabii ‘Ubaid)

Lantas bagaimana menjawab dalil dua pendapat tadi?

 

Jawaban atas dalil pendapat pertama: gelar Islam dan iman memang berlaku bagi penghuni rumah Nabi Luth. Namun, diberikannya dua gelar itu kepada mereka tidak mesti menunjukkan samanya makna Islam dan iman.

 

Jawaban atas dalil pendapat kedua: ayat yang kalian sebutkan justru menguatkan pendapat mayoritas Ahlussunnah bahwa iman dan Islam jika disebutkan secara bersamaan, maka makna keduanya berbeda. Yakni Islam adalah amalan lahir, sedangkan iman adalah amalan batin.

Sebab, dalam ayat itu Allah menyebutkan bahwa ketundukan orang-orang Arab Badui itu belum begitu menancap di hati mereka, dan baru di lahir mereka saja.

Artinya, mereka sudah mencapai islam, tapi belum mencapai iman!

 

Kesimpulan

Maka, disimpulkan sekali lagi bahwa pendapat yang benar dan itulah pendapat mayoritas Ahlussunnah yakni Islam adalah iman dan iman adalah islam jika keduanya disebutkan secara terpisah. Dan Islam adalah amalan anggota badan, sedangkan iman adalah amalan hati, jika keduanya disebutkan secara bersamaan.

 

Siberut, 22 Muharram 1443

Abu Yahya Adiya