Apakah Roh Bisa Gentayangan?

Apakah Roh Bisa Gentayangan?

Jabir bin ‘Abdillah berduka. Ayahnya terbunuh dalam perang Uhud.

Nabi ﷺ pun menghiburnya:

يَا جَابِرُ أَلَا أُخْبِرُكَ مَا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِأَبِيكَ

“Wahai Jabir! Maukah engkau kuberitahu tentang apa yang dikatakan oleh Allah kepada ayahmu?”

Jabir menjawab:

بَلَى

“Tentu.”

Nabi ﷺ bersabda:

مَا كَلَّمَ اللَّهُ أَحَدًا إِلَّا مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ وَكَلَّمَ أَبَاكَ كِفَاحًا فَقَالَ

“Allah tidak pernah mengajak bicara seorang pun kecuali dari balik hijab. Namun, Allah mengajak bicara ayahmu dengan berhadap-hadapan. Dia berfirman:

يَا عَبْدِي تَمَنَّ عَلَيَّ أُعْطِكَ

“Wahai hamba-Ku! Mintalah sesuatu kepada-Ku, niscaya Kuberikan itu kepadamu!”

قَالَ

Ayah Jabir berkata:

يَا رَبِّ تُحْيِينِي فَأُقْتَلُ فِيكَ ثَانِيَةً

“Wahai Tuhanku! Hidupkanlah aku, supaya aku bisa terbunuh kembali di jalan-Mu untuk kedua kalinya!”

قَالَ

Dia berfirman:

إِنَّهُ سَبَقَ مِنِّي أَنَّهُمْ إِلَيْهَا لَا يُرْجَعُونَ

“Telah berlalu keputusan dari-Ku bahwa mereka tidak dikembalikan ke dunia.”

قَالَ

Ayah Jabir berkata:

يَا رَبِّ فَأَبْلِغْ مَنْ وَرَائِي

“Wahai Tuhanku! Sampaikanlah kepada orang-orang setelahku!”

فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَذِهِ الْآيَةَ

Maka Allah pun menurunkan, ayat ini:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Telah berlalu keputusan dari-Ku bahwa mereka tidak dikembalikan ke dunia ini menunjukkan bahwa manusia yang sudah mati tidak mungkin hidup kembali atau rohnya bisa berjalan kembali di muka bumi!

Tidak ada yang namanya roh gentayangan!

Karena itu, jangan percaya pada khurafat kaum Sufi yang mengaku menyaksikan guru-guru mereka yang sudah mati berjalan mengunjungi mereka.

Timbul pertanyaan: “Itu kan orang biasa. Lantas bagaimana dengan nabi kita?”

Tidak ada satu pun ayat dan hadis yang mengecualikan Nabi ﷺ dalam hal ini.

Imam Abu Syamah berkata:

فَإِن الرَّسُول ﷺ لَا يخرج من قَبره قبل يَوْم الْقِيَامَة وَلَا يتَّصل بِأحد من النَّاس وَلَا يحضر اجتماعاتهم بل هُوَ مُقيم فِي قَبره الى يَوْم القيامه وروحه فِي أَعلَى عليين عِنْد ربه فِي دَار الْكَرَامَة كَمَا قَالَ الله تَعَالَى فِي سُورَة الْمُؤمنِينَ

“Sesungguhnya Rasul ﷺ tidak keluar dari kuburnya sebelum hari kiamat dan tidak melakukan kontak dengan seorang pun dan tidak pula menghadiri pertemuan-pertemuan orang-orang. Bahkan, beliau tinggal di kubur beliau hingga hari kiamat, sedangkan roh beliau di surga yang tertinggi yaitu di sisi Tuhannya di negeri kemuliaan. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Mu’minun:

ثمَّ إِنَّكُم بعد ذَلِك لميتون ثمَّ إِنَّكُم يَوْم الْقِيَامَة تبعثون

“Kemudian setelah itu kalian mati lalu kalian akan dibangkitkan di hari kiamat nanti.” (Al-Ba’its ‘Alaa Inkaar Al-Bida’ Wa Al-Hawadits)

Beliau juga berkata:

وَمن زعم من جهلة الصوفيه أَنه يرى النَّبِي ﷺ فِي الْيَقَظَة أَو أَنه يحضر المولد اَوْ مَا شابه ذَلِك فقد غلط أقبح غلط وَلبس عَلَيْهِ غَايَة التلبيس وَوَقع فِي خطأ عَظِيم وَخَالف الْكتاب وَالسّنة وَإِجْمَاع أهل الْعلم لِأَن الْمَوْتَى إِنَّمَا يخرجُون من قُبُورهم يَوْم الْقِيَامَة لَا فِي الدُّنْيَا كَمَا قَالَ الله سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

“Siapa pun di antara kaum Sufi jahil yang mengklaim bahwa ia telah melihat Nabi ﷺ dalam keadaan terjaga atau beliau menghadiri perayaan maulid atau yang semacamnya, maka sungguh, ia telah sangat keliru, sangat tersamarkan kebenaran baginya, dan telah terjatuh dalam kesalahan besar. Ia juga menyalahi Al-Quran, hadis, dan kesepakatan para ulama. Sebab, orang-orang yang sudah mati hanya akan keluar dari kubur mereka pada hari kiamat nanti, bukan di dunia. Sebagaimana firman-Nya:

{ثمَّ إِنَّكُم بعد ذَلِك لميتون ثمَّ إِنَّكُم يَوْم الْقِيَامَة تبعثون}

“Kemudian setelah itu kalian mati lalu kalian akan dibangkitkan di hari kiamat nanti.” (Al-Ba’its ‘Alaa Inkaar Al-Bida’ Wa Al-Hawadits)

Imam Ibnu Hazm pun menguatkan demikian. Beliau berkata:

وَاتَّفَقُوا أَن مُحَمَّدًا عَلَيْهِ السَّلَام وَجَمِيع أَصْحَابه لَا يرجعُونَ إلى الدُّنْيَا الا حِين يبعثون مَعَ جَمِيع النَّاس

“Para ulama sepakat bahwa Muhammad ﷺ dan seluruh sahabatnya tidak kembali ke dunia kecuali ketika mereka dibangkitkan bersama semua manusia.” (Maratib Al-Ijma’)

 

Protes dan Sanggahan

Bisa jadi kaum Sufi protes dengan berkata: “Bagaimana bisa Anda tidak percaya kalau kami atau guru kami bisa melihat Nabi ﷺ, sedangkan Nabi ﷺ sendiri bersabda:

مَنْ رَآنِي فِي المَنَامِ فَسَيَرَانِي فِي اليَقَظَةِ

“Siapa yang melihatku dalam mimpi, maka ia akan melihatku dalam keadaan terjaga!”

Untuk menjawab itu, marilah kita simak penjelasan Imam An-Nawawi tentang hadis itu:

فَفِيهِ أَقْوَالٌ

“Dalam hal ini ada beberapa pendapat:

أَحَدُهَا الْمُرَادُ بِهِ أَهْلُ عَصْرِهِ وَمَعْنَاهُ أَنَّ مَنْ رَآهُ فِي النَّوْمِ وَلَمْ يَكُنْ هَاجَرَ يُوَفِّقُهُ اللَّهُ تَعَالَى لِلْهِجْرَةِ وَرُؤْيَتُهُ ﷺ فِي الْيَقَظَةِ عِيَانًا

Pertama: maksud orang yang ada dalam hadis ini yaitu orang yang ada di masa beliau ﷺ. Makna hadis ini yaitu siapa yang melihat beliau ﷺ dalam mimpi, dan ia belum berhijrah, maka Allah akan memberinya taufik untuk hijrah dan melihat beliau ﷺ dalam keadaan terjaga secara langsung.

وَالثَّانِي مَعْنَاهُ أَنَّهُ يَرَى تَصْدِيقَ تِلْكَ الرُّؤْيَا فِي الْيَقَظَةِ فِي الدَّارِ الْآخِرَةِ لِأَنَّهُ يَرَاهُ فِي الْآخِرَةِ جَمِيعُ أُمَّتِهِ مَنْ رَآهُ فِي الدُّنْيَا وَمَنْ لَمْ يَرَهُ

Kedua: makna hadis ini yaitu bahwa ia akan melihat bukti dari mimpi itu dalam keadaan terjaga yakni di negeri akhirat. Sebab, seluruh umat beliau akan melihat beliau ﷺ di akhirat, baik orang yang pernah melihat beliau ﷺ di dunia maupun yang belum pernah melihat beliau ﷺ.

وَالثَّالِثُ يَرَاهُ فِي الْآخِرَةِ رُؤْيَةَ خَاصَّتِهِ فِي الْقُرْبِ مِنْهُ وَحُصُولِ شفاعته

Ketiga: orang tersebut akan melihat beliau ﷺ di akhirat dengan penglihatan yang khusus baginya dalam keadaan dekat dengannya dan mendapatkan syafaatnya.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj)

Maka, jelaslah bahwa hadis tadi bukanlah dalil bagi kaum Sufi. Namun, hawa nafsu merekalah yang menjadikan hadis tadi sebagai dalil bagi mereka.

 

Siberut, 9 Syawwal 1443

Abu Yahya Adiya