Ketinggian Allah, Asy-Syafi’i, dan Muridnya

Ketinggian Allah, Asy-Syafi’i, dan Muridnya

Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i. Seorang imam mazhab yang sangat terkenal. Banyak kaum muslimin yang mengakui keutamaannya.

Di antara mereka yang mengakui keutamaan beliau yaitu sekte Asy’ariyyah. Bukan cuma mengakui keutamaan beliau, banyak dari penganut sekte Asy’ariyyah yang mengaku mengikuti mazhab beliau. Lantas, sebenarnya, samakah akidah mereka dengan akidah beliau?

Imam Asy-Syafi’i berkata:

القَوْل فِي السّنة الَّتِي أَنا عَلَيْهَا وَرَأَيْت عَلَيْهَا الَّذين رَأَيْتهمْ مثل سُفْيَان وَمَالك وَغَيرهمَا الْإِقْرَار بِشَهَادَة أَن لَا إِلَه إِلَّا الله وَأَن مُحَمَّدًا رَسُول الله وَأَن الله على عَرْشه فِي سمائه

“Pendapat tentang sunah yang kupegang dan yang kulihat diyakini oleh orang-orang seperti Sufyan, Malik dan selain keduanya yaitu bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah dan bahwasanya Allah di atas Arsy-Nya di langit-Nya.” (Al-‘Uluw Li Al-‘Aliyy Al-Ghaffar)

Ternyata Imam Asy-Syafi’i menetapkan keberadaan Allah di atas langit, yaitu di atas Arsy-Nya.

Bukan cuma Imam Asy-Syafi’i saja yang menetapkan keberadaan Allah di atas Arsy-Nya, bahkan murid beliau pun menetapkan itu.

Di antara murid Imam Asy-Syafi’i yang terkenal yaitu Imam Al-Muzani.

Imam Asy-Syafi’i berkata:

المُزَنِيُّ نَاصرُ مَذْهببِي

“Al-Muzani adalah orang yang menolong mazhabku.” (Siyar A’lam An-Nubala)

Apa pendapat Imam Al-Muzani tentang di mana Allah?

Imam Al-Muzani berkata:

الْحَمد لله أَحَق من ذكر وَأولى من شكر وَعَلِيهِ أثني الْوَاحِد الصَّمد الَّذِي لَيْسَ لَهُ صَاحِبَة وَلَا ولد جلّ عَن المثيل فَلَا شَبيه لَهُ وَلَا عديل….عَال على عَرْشه فِي مجده بِذَاتِهِ وَهُوَ دَان بِعِلْمِهِ من خلقه

“Segala puji bagi Allah, Zat yang paling pantas untuk disebut dan paling layak untuk disyukuri. Aku memuji-Nya, Yang Maha Esa, tempat meminta segala sesuatu, Yang tidak memiliki istri dan tidak pula anak. Dia Maha Suci dari perumpamaan, karena itu tidak ada yang serupa dan sebanding dengan-Nya….Dia tinggi di atas Arsy-Nya dengan zat-Nya dan dekat dengan semua makhluk-Nya dengan pengetahuan-Nya.” (Syarh As-Sunnah)

Imam Al-Muzani juga pernah berkata:

لاَ يصحُّ لأَحَدٍ توحيدٌ حَتَّى يعلمَ أَنَّ اللهَ -تَعَالَى- عَلَى العَرْشِ بصِفَاتِهِ.

“Tidak sah tauhid seseorang sampai ia mengetahui bahwa Allah di atas Arsy dengan sifat-sifat-Nya.”

Muhammad bin Isma’il At-Tirmidzi berkata:

مِثْلُ أَيِّ شَيْءٍ؟

“Seperti apa?”

Imam Al-Muzani berkata:

 سمِيعٌ، بصيرٌ، عَلِيْمٌ.

“Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Mengetahui.” (Siyar A’lam An-Nubala)

Ternyata Imam Al-Muzani menetapkan keberadaan Allah di atas langit, yaitu di atas Arsy-Nya.

Bukan cuma Imam Al-Muzani saja yang menetapkan keberadaan Allah di atas Arsy-Nya, bahkan murid imam Asy-Syafi’i lainnya pun menetapkan itu.

Di antara murid Imam Asy-Syafi’i yang terkenal, selain Imam Al-Muzani, yaitu Imam Ahmad bin Hanbal.

Apa pendapat Imam Ahmad bin Hanbal tentang di mana Allah?

Ada yang bertanya  kepada Imam Ahmad bin Hanbal:

اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ , فَوْقَ السَّمَاءِ السَّابِعَةِ عَلَى عَرْشِهِ بَائِنٌ مِنْ خَلْقِهِ وَقُدْرَتِهِ وَعِلْمِهِ فِي كُلِّ مَكَانٍ؟

“Allah di atas langit yang ketujuh yaitu di atas Arsy-Nya terpisah dari makhluk-Nya, sedangkan kekuasaan-Nya dan pengetahuan-Nya di setiap tempat?”

Imam Ahmad menjawab:

نَعَمْ , عَلَى الْعَرْشِ وَعِلْمُهُ لَا يَخْلُو مِنْهُ مَكَانٌ

“Ya. Dia di atas Arsy, sedangkan pengetahuan-Nya di mana-mana.” (Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunah wal Jama’ah)

Ternyata Imam Ahmad bin Hanbal pun menetapkan keberadaan Allah di atas langit, yaitu di atas Arsy-Nya.

Maka, jelaslah bahwa keyakinan Imam Asy-Syafi’i dan murid-muridnya berbeda dengan keyakinan sekte Asy’ariyyah.

Karena, sebagian pengikut sekte Asy’ariyyah berpendapat bahwa Allah ada di mana-mana. Dan sebagian yang lain-dan ini adalah pendapat mayoritas mereka-berpendapat bahwa Allah tidak di atas, dan tidak di bawah, Dia tidak di luar alam, dan tidak pula di dalam alam!

 

Siberut, 5 Rajab 1443

Abu Yahya Adiya