Nabi ‘Isa dan Ahmadiyyah

Nabi ‘Isa dan Ahmadiyyah

Dalam suatu kegiatan rohis, seorang mentor bertanya, “Siapa yang yakin bahwa Nabi ‘Isa masih hidup? Silahkan angkat tangan!”

Maka seluruh siswa  angkat tangan.

Lalu mentor itu bertanya lagi, “Siapa yang yakin bahwa Nabi ‘Isa sudah meninggal? Silahkan angkat tangan!”

Maka tidak ada satu orang pun yang mengangkat tangan, kecuali mentor itu!

Tercenganglah semua siswa yang ada di situ.

Lalu mentor itu berkata, “Saya yakin bahwa Nabi ‘Isa sudah meninggal di tiang salib. Lalu jenazahnya diturunkan oleh muridnya kemudian dibawa dan dikuburkan di India!”

Makin tercenganglah semua siswa yang ada di situ.

Mentor itu melanjutkan, “Tidak ada yang berani menyatakan itu kecuali Ahmadiyyah. Dan saya setuju dengan mereka!”

Saya yang ketika itu masih sangat awam benar-benar terkejut dan tergoncang mendengar perkataannya, sehingga timbul beberapa pertanyaan dalam hati:

Apakah betul Nabi ‘Isa sudah wafat?

Bukankah beliau diangkat ke langit dan masih hidup sampai sekarang?

Bukankah Ahmadiyyah itu kelompok yang meyakini bahwa setelah Nabi Muhammad ﷺ muncul seorang nabi dari India yaitu Mirza Ghulam Ahmad?

Bukankah mereka sudah dianggap bukan muslim lagi?

Namun kenapa mentor ini setuju dengan pemikiran mereka?

Bukankah ia orang yang berilmu dan bukan orang awam?

Setelah belajar dan belajar, jelaslah bagi saya bahwa batillah keyakinan mereka semua.

Allah membantah kaum Yahudi yang mengaku telah membunuh Nabi Isa ﷺ:

وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

“Mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) ‘Isa, selalu dalam keraguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu siapa yang dibunuh itu, melainkan mengikuti sangkaan belaka. Mereka tidak yakin telah membunuhnya. Namun (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat ‘Isa kepada-Nya.” (QS. An-Nisa: 157-158)

Ayat ini sangat jelas menunjukkan bahwa Nabi ‘Isa tidak mati di tiang salib. Allah mengangkat beliau kepada-Nya, ke atas langit.

Setelah Allah mengangkat Nabi ‘Isa, Dia akan menurunkan beliau kembali ke muka bumi di akhir zaman.

Nabi ﷺ bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا، فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ، وَيَقْتُلَ الخِنْزِيرَ، وَيَضَعَ الجِزْيَةَ، وَيَفِيضَ المَالُ، حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ

“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai turun kepada kalian putra Maryam sebagai hakim yang adil. Ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus upeti, dan akan melimpah ruah harta benda hingga tidak ada seorang pun yang mau menerimanya.” (HR. Bukhari)

Itulah keyakinan yang mesti kita yakini. Jika tidak….

Komite Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi ditanya:

ما حكم من قال: إن عيسى قد مات؟

“Apa hukum orang yang mengatakan bahwa ‘Isa telah meninggal dunia?”

Komite menjawab:

ثبت بالأدلة من الكتاب والسنة الصحيحة أن عيسى ابن مريم عليهما السلام لم يقتل ولم يمت، بل رفعه الله إليه حيا، وأنه سينزل آخر الزمان حكما عدلا في هذه الأمة، فمن قال: إن عيسى ابن مريم قد مات وأنه لا ينزل آخر الزمان فقد خالف كتاب الله وسنة نبيه محمد صلى الله عليه وسلم وأخطأ خطأ فاحشا، ويحكم بكفره بعد البلاغ وإقامة الحجة عليه لتكذيبه لله ورسوله.

“Telah tetap berdasarkan dalil dari Al-Quran dan As-Sunnah yang sahih bahwa ‘Isa putra Maryam-semoga kesejahteraan tercurah kepadanya-tidak terbunuh dan belum meninggal dunia. Bahkan, Allah mengangkatnya kepada-Nya dalam keadaan hidup. Dan ia akan turun di akhir zaman sebagai hakim yang adil pada umat ini. Siapa yang berpendapat bahwa ‘Isa putra Maryam telah meninggal dunia dan tidak turun di akhir zaman, maka sungguh, ia telah menyalahi kitab Allah dan sunnah nabi-Nya, Muhammad ﷺ serta melakukan kesalahan yang parah. Ia divonis kafir setelah dijelaskan dan ditegakkan hujah atas dirinya, karena ia telah mendustakan Allah dan rasul-Nya.”

Jelaslah bahwa siapa yang meyakini bahwa Nabi ‘Isa telah meninggal dunia dan tidak diangkat ke langit lalu turun ke muka bumi di akhir zaman, maka ia telah terjatuh ke dalam kekufuran.

Yang menjadi pertanyaan yaitu….

Kenapa Ahmadiyyah berani menolak ayat tentang naiknya Nabi ‘Isa ke langit?

Kenapa mereka sampai nekat berpendapat bahwa Nabi ‘Isa sudah wafat?

Disebutkan dalam Islamqa:

وغرض القاديانية من نشر هذا الاعتقاد في المسيح عيسى عليه السلام : تسهيل ادعاء أن الأحاديث الواردة في نزول المسيح وخروج المهدي آخر الزمان هي في خروج القادياني الكذاب ميرزا غلام أحمد .

“Tujuan Qadianiyyah (Ahmadiyyah) menyebarkan keyakinan tentang Al-Masih ‘Isa ini yaitu untuk mempermudah klaim bahwa hadis-hadis yang menyebutkan tentang turunnya Al-Masih dan keluarnya Al-Mahdi di akhir zaman maksudnya yaitu tentang keluarnya Al-Qadiani pendusta yakni Mirza Ghulam Ahmad.

وقد صرحت الرسالة المشار إليها بذلك إذ جاء فيها (ص 6):

Risalah yang disebutkan tadi telah menegaskan demikian. Karena, disebutkan di dalamnya (hal: 6):

فالمراد من نزول عيسى ابن مريم : بعثة رجل آخر من أمة المصطفى صلى الله عليه وسلم ، يشبه عيسى ابن مريم في صفاته وأعماله وحالاته ، وقد ظهر هذا الموعود في قاديان الهند باسم : ميرزا غلام أحمد

“Maksud dari turunnya ‘Isa putra Maryam yaitu diutusnya pria lain dari umat Muhammad ﷺ yang menyerupai ‘Isa putra Maryam dalam hal sifatnya, amalannya, dan keadaannya. Dan orang yang telah dijanjikan itu telah muncul di Qadian India dengan nama Mirza Ghulam Ahmad.”

 

Siberut, 1 Dzulhijjah 1443

Abu Yahya Adiya

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/answers/91658/%D8%AF%D9%81%D8%A7%D8%B9-%D8%B9%D9%86-%D8%A7%D9%84%D8%B4%D9%8A%D8%AE-%D8%A7%D8%AD%D9%85%D8%AF-%D8%AF%D9%8A%D8%AF%D8%A7%D8%AA-%D8%B1%D8%AD%D9%85%D9%87-%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87