Ada seorang ahli ibadah yang terkenal zuhud di masa Imam Ahmad bin Hanbal.
Suatu hari, sampai kabar kepada Imam Ahmad bahwa ahli ibadah tersebut berkata:
إن اللَّه عز وجل لما خلق الحروف سجدت الباء
“Sesungguhnya tatkala Allah menciptakan huruf-huruf, huruf ba’ sujud kepada-Nya.”
Maka Imam Ahmad pun berkata:
نفروا الناس عنه
“Peringatkan orang-orang agar menjauh darinya!” (Talbis Iblis)
Ada beberapa faidah yang bisa kita petik dari kisah singkat ini:
- Semata-mata rajin ibadah tidak dengan sendirinya menjadikan seseorang berilmu.
Seperti halnya orang tadi. Ia adalah ahli ibadah. Namun, ia mengeluarkan pendapat yang ganjil dan aneh.
Apakah ada ayat Al-Quran atau hadis Nabi ﷺ yang menyatakan bahwa huruf ba sujud kepada Allah tatkala Dia menciptakan huruf-huruf?
Apa yang menyebabkan ia mengeluarkan pendapat seperti itu? Bukankah karena jauhnya ia dari ilmu?
- Ketegasan Imam Ahmad dalam menjaga akidah umat.
Tatkala ahli ibadah tadi mengeluarkan pendapat yang tidak ada dasarnya dalam agama, Imam Ahmad pun bersikap tegas dengan memberikan peringatan kepada umat agar tidak mengikutinya.
Itu adalah salah satu bentuk kasih sayang beliau kepada umat.
Bukan cuma itu. Karena rasa sayangnya kepada umat ini, beliau juga berdoa kepada Allah agar memberi hidayah kepada siapa pun dari umat ini yang terlanjur tersesat.
Abu Al-Fadhl At-Tamimi menceritakan tentang Imam Ahmad:
وكان يدعو فِي السُّجُودِ:
“Beliau berdoa dalam sujudnya:
اللَّهُمَّ مَنْ كَانَ مِنْ هَذِهِ الأمَّة عَلَى غَيْرِ الْحَقِّ وَهُوَ يَظُنُّ أَنَّهُ عَلَى الْحَقِّ فَرُدَّهُ إِلَى الْحَقِّ لِيَكُونَ مِنْ أَهْلِ الْحَقِّ
“Ya Allah, siapa pun dari umat ini yang tidak berada dalam kebenaran sedangkan ia menyangka bahwa dirinya berada dalam kebenaran, maka kembalikanlah ia ke dalam kebenaran agar menjadi orang yang berpegang pada kebenaran.” (Al-Bidayah wa An-Nihayah)
Siberut, 9 Rajab 1444
Abu Yahya Adiya






