Malapetaka yang Mengikuti Al-Marisi

Malapetaka yang Mengikuti Al-Marisi

“Seorang pemuda yaitu tetangga kami meninggal dunia. Di malam harinya kulihat ia dalam mimpi telah beruban.”

Itulah kabar dari Imam Ahmad bin Ad-Dauraqi. Beliau melanjutkan:

فقلت:

“Kutanya:

ما قصتك؟

“Bagaimana ceritamu?”

قال:

Pemuda itu menjawab:

دفن بشر في مقبرتنا فزفرت جهنم زفرة شاب منها كل من في المقبرة!.

“Bisyr dikuburkan di pekuburan kami lalu Jahannam menghembuskan satu kali hembusan yang membuat semua yang ada di dalam pekuburan menjadi beruban!” (Tarikh Baghdad)

Maksud Bisyr di sini adalah Bisyr Al-Marisi. Tokoh Jahmiyyah yang terkenal.

Imam Adz-Dzahabi menyebutkan keadaan Bisyr Al-Marisi:

وَنَظَرَ فِي الكَلاَمِ، فَغَلَبَ عَلَيْهِ، وَانْسَلَخَ مِنَ الوَرَعِ وَالتَّقْوَى، وَجَرَّدَ القَوْلَ بِخَلْقِ القُرْآنِ، وَدَعَا إِلَيْهِ، حَتَّى كَانَ عَيْنَ الجَهْمِيَّة فِي عَصْرِهِ وَعَالِمَهُم

“Ia mempelajari ilmu kalam lalu menguasainya. Ia pun melepaskan diri dari warak dan ketakwaan, dan menyatakan pendapat bahwa Al-Quran adalah makhluk serta mengajak orang lain pada pendapat tersebut, sampai ia menjadi tokoh dan ulama Jahmiyyah di masanya.” (Siyar A’lam An-Nubala)

Orang yang keadaannya demikian, apakah bisa diharapkan membawa kebaikan?

Imam Adz-Dzahabi berkata:

بشر بن غياث المريسى.مبتدع ضال، لا ينبغي أن يروى عنه ولا كرامة.

“Bisyr bin Ghiyats Al-Marisi adalah ahli bidah dan sesat. Tidak sepantasnya meriwayatkan darinya dan tidak ada kemuliaan baginya.” (Siyar A’lam An-Nubala)

Bidah itu hanya akan mengundang musibah. Ya, musibah yang akan terasa ketika di dunia, dan bisa juga ketika di dalam kubur.

Maka, sudikah kita ‘memelihara’ bidah?

 

Siberut, 11 Jumada Al-Ulaa 1446

Abu Yahya Adiya