‘Ali Menolak Menjadi Khalifah

‘Ali Menolak Menjadi Khalifah

Para pemberontak berhasil melewati tembok rumah ‘Utsman bin ‘Affan. Mereka memasuki rumahnya lalu menghabisinya dengan keji.

Terbunuhlah ‘Utsman bin ‘Affan, sang khalifah. Bergoncanglah masyarakat Madinah.

Untuk menghindari kekosongan kekuasaan, orang-orang mendesak ‘Ali bin Abi Thalib agar bersedia menjadi khalifah. Namun, apa reaksi ‘Ali bin Abi Thalib?

Imam Ibnu Katsir berkata:

وقد امتنع علي من إجابتهم إلى قبول الأمارة حتى تكرر قولهم له وفر منهم إلى حائط بني عمرو بن مبذول، وأغلق بابه فجاء الناس فطرقوا الباب وولجوا عليه، وجاءوا معهم بطلحة والزبير، فقالوا له:.

“Ali enggan memenuhi permintaan mereka untuk menerima kekuasaan hingga mereka berulang-ulang memintanya sementara ia lari dari mereka ke tembok Bani ‘Amru bin Mabdzul dan menutup pintunya. Lalu datanglah orang-orang. Mereka mengetuk pintu dan masuk menemuinya. Mereka datang bersama Thalhah dan Zubair. Mereka berkata kepadanya:

إن هذا الأمر لا يمكن بقاؤه بلا أمير

“Sesungguhnya urusan ini tidak mungkin terus begini tanpa pemimpin.”

ولم يزالوا به حتى أجاب

Mereka terus membujuknya sampai ia mau memenuhi permintaan mereka.” (Al-Bidayah wa An-Nihayah)

Kisah ini memberikan pelajaran:

 

  1. ‘Ali bin Abi Thalib bukan sosok yang haus jabatan dan kekuasaan.

Seandainya ia sosok yang haus jabatan dan kekuasaan, tentu ia langsung menerima permintaan menjadi khalifah yang diajukan kepada dirinya.

Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ ‌عَلَى ‌الْإِمَارَةِ، وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya kalian bersemangat untuk mendapatkan jabatan, padahal itu akan menjadi penyesalan di hari kiamat.” (HR. Bukhari)

 

  1. Bantahan terhadap kaum Syiah yang menyatakan bahwa ‘Ali mendapatkan wasiat dari Nabi ﷺ untuk menjadi pemimpin sepeninggal beliau ﷺ.

Kaum Syiah berpendapat bahwa penetapan ‘Ali sebagai khalifah adalah kewajiban yang sudah Allah tetapkan. Itu klaim mereka, padahal…

Dalam salah satu kitab referensi kaum Syiah sendiri, yaitu Nahj Al-Balaghah, disebutkan bahwa ketika didesak menjadi khalifah, ‘Ali bin Abi Thalib berkata:

دعوني والتمسوا غيري!

“Tinggalkan aku dan carilah selain diriku!”

Kalau memang penetapan dirinya sebagai khalifah adalah kewajiban yang sudah Allah tetapkan, lantas kenapa ‘Ali justru menolaknya dan mengalihkan itu kepada selain dirinya?!

Apakah mungkin sosok sesaleh ‘Ali menolak ketetapan-Nya?!

Itu menunjukkan bahwa isu tentang wasiat kepemimpinan ‘Ali hanyalah propaganda yang dihembuskan kaum Syiah untuk menjatuhkan para sahabat Nabi.

 

Siberut, 20 Sya’ban 1446

Abu Yahya Adiya