Membaca Al-Quran dan Kegundahan

Membaca Al-Quran dan Kegundahan

Suatu hari saya merasa gundah tanpa alasan yang jelas.

Saya pun mengambil mushaf Al-Quran. Lalu saya membacanya dan terus membacanya. Entah sudah berapa halaman yang saya lewati. Yang jelas, setelah lisan ini terasa letih saya hentikan bacaan. Setelah itu, tak disangka, dada yang tadinya terasa sesak berubah jadi lega.

Padahal, ketika itu saya sekadar membacanya tanpa mengerti artinya. Bayangkan, bagaimana pula kalau saya mengerti dan memahami artinya?!

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Tuhan kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)

Ya, penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada baik itu kebodohan, ketamakan, kebimbangan, kecemasan, maupun penyakit hati lainnya.

Al-Allamah Shiddiq Hasan Khan berkata:

والقرآن مزيل لأمراض القلب كلها.

“Al-Quran itu menghilangkan semua penyakit hati.” (Fath Al-Bayan Fii Maqashid Al-Quran)

Ya, Al-Quran itu obat bagi semua penyakit hati. Bahkan itu, obat yang paling manjur.

Imam Ibnul Qayyim berkata:

فَإِنَّ الْقُرْآنَ كُلَّهُ شِفَاءٌ، كَمَا قَالَ فِي الْآيَةِ الْمُتَقَدِّمَةِ، فَهُوَ شِفَاءٌ لِلْقُلُوبِ مِنْ دَاءِ الْجَهْلِ وَالشَّكِّ وَالرَّيْبِ

“Sesungguhnya Al-Quran seluruhnya adalah penyembuh, sebagaimana telah Allah sebutkan dalam ayat-ayat yang sudah berlalu. Al-Quran adalah penyembuh bagi hati dari penyakit kebodohan, keraguan, dan kebimbangan.

فَلَمْ يُنْزِلِ اللَّهُ سُبْحَانَهُ مِنَ السَّمَاءِ شِفَاءً قَطُّ أَعَمَّ وَلَا أَنْفَعَ وَلَا أَعْظَمَ وَلَا أَشْجَعَ فِي إِزَالَةِ الدَّاءِ مِنَ الْقُرْآنِ.

Allah tidak menurunkan dari langit satu penyembuh pun yang lebih luas, lebih bermanfaat, lebih agung, dan lebih kuat dalam menghilangkan penyakit daripada Al-Quran.” (Ad-Dau wa Ad-Dawa)

Kegundahan itu bisa terjadi karena beberapa faktor. Namun, yang pasti, salah satu cara untuk menghilangkannya adalah dengan membaca Al-Quran.

Apa rahasianya Al-Quran bisa demikian?

Karena, ia “diturunkan dari Yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.” (QS. Thahaa: 4)

 

Siberut, 21 Jumada Ats-Tsaniyah 1443

Abu Yahya Adiya