Apa perasaan seorang pegawai kalau sudah menunaikan tugasnya dengan baik di tempat kerjanya?
Tentu ia akan merasa tenang dan tentram. Tak ada dalam hatinya rasa waswas kalau bosnya akan memarahinya, apalagi sampai memecatnya!
Nah, kalau mengerjakan tugas duniawi saja bisa membuat kita lega dan tenang, apalagi tugas ukhrawi!
Dan tugas ukhrawi yang paling penting kita laksanakan dan paling wajib kita kerjakan, yaitu mengesakan Allah!
Siapa yang mengesakan Allah dengan sempurna, pasti ia akan merasa tenang, tentram dan bahagia!
Allah berfirman:
الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’aam: 82)
Apa yang dimaksud dengan kezaliman di sini?
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim Nabi ﷺ mengatakan bahwa kezaliman di sini adalah syirik.
Kalau begitu, siapa yang benar-benar mengesakan Allah dan tidak melakukan perbuatan syirik, pasti ia akan merasa aman, tenang, dan tentram.
Walaupun jauh dari kemewahan harta dan gemerlapnya dunia, ia pasti dan pasti akan bahagia!
Mungkin ada yang ‘protes’ dengan berkata, “Katakanlah, ‘Insya Allah’!”
Kalau yang berjanji adalah saya, Anda, dan kita semua, tentu perlu insya Allah. Tapi kalau yang berjanji adalah Allah? Tak perlu lagi insya Allah.
Itu pasti terjadi! Dan pasti terbukti!
Orang yang benar-benar mengesakan Allah dengan sempurna hidupnya pasti bahagia!
Dan kebahagiaan di sini bukan cuma di dunia, melainkan juga di akhirat.
Nabi ﷺ bersabda:
من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله، وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه والجنة حق والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل
“Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan bahwa ‘Isa adalah hamba dan Rasul-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, serta ruh dari-Nya, dan surga itu benar adanya, neraka juga benar adanya, maka Allah pasti memasukkannya ke dalam surga, bagaimana pun perbuatan yang ia lakukan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ya, bagaimana pun perbuatan yang ia lakukan, kalau ia mengesakan Allah, pasti ia masuk surga. Dan kalau seseorang sudah dinyatakan masuk surga, maka….
Nabi ﷺ bersabda:
فإن الله حرم على النار من قال لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله
“Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka untuk menyentuh orang yang mengucapkanلا إله إلا الله karena mengharap wajah Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Adakah kebahagiaan yang lebih besar daripada masuk surga dan selamat dari neraka?
Panggilan Menuju Kebahagiaan
Allah berfirman dalam hadis qudsi, memanggil kita semua:
يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعوْتَني وَرَجوْتَني غَفَرْتُ لَكَ عَلى مَا كَانَ مِنكَ وَلاَ أُبَالِي
“Hai anak Adam. Sesungguhnya engkau selama masih berdoa kepada-Ku dan mengharapkan rahmat-Ku, pastilah Aku mengampuni dosamu bagaimana pun dosa itu dan Aku tidak peduli.
يَا ابْنَ آدمَ، لَوْ بَلغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السماءِ، ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَني غَفَرتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِي
Hai anak Adam, seandainya dosa-dosamu telah mencapai awan di langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, pasti Aku mengampuninya dan Aku tidak peduli.
يَا ابْنَ آدَم، إِنَّكَ لَو أَتَيْتَني بِقُرابٍ الأَرْضِ خَطَايا، ثُمَّ لَقِيْتَني لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئاً، لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
Hai anak Adam, seandainya engkau datang pada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku sedikit pun, pastilah Aku akan mendatangimu dengan membawa ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi)
Perhatikanlah, dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku! Itu menunjukkan bahwa…
Tidak ada amalan yang lebih agung daripada menauhidkan Allah.
Tidak ada kebajikan yang lebih mulia daripada mengesakan Allah.
Siberut, 25 Dzulqa’dah 1441
Abu Yahya Adiya






