Kenapa orang yang gemar melakukan bidah biasanya percaya pada klenik dan perdukunan?
Kenapa orang yang senang melakukan bidah seringnya menyukai takhayul dan khurafat?
Kenapa orang yang suka melakukan bidah seringnya mudah mengafirkan muslim yang tidak seide dengannya?
Syekh Nashir Al-‘Aql berkata:
والغالب أن البدع العملية والاعتقادية تتلازم خاصة في العصور المتأخرة، فما من أصحاب بدع اعتقادية إلا وعندهم بدع عملية، وما تنشأ البدع العملية أيضاً إلا عن بدع اعتقادية
“Bidah dalam amalan dan bidah dalam keyakinan biasanya saling melazimkan, terutama di masa-masa belakangan. Tidak ada satu pun kelompok yang memiliki bidah dalam keyakinan kecuali mereka juga memiliki bidah dalam amalan. Dan tidaklah muncul bidah dalam amalan kecuali karena adanya bidah dalam masalah keyakinan.” (At-Ta’liq ‘Alaa Syarh As-Sunnah)
Jika keyakinan seseorang rusak, maka akan rusak pula amalannya.
Dan tidaklah amalan seseorang rusak, melainkan karena rusak juga keyakinannya. Sebagai contoh….
Sahabat Nabi, Ibnu Mas’ud berkata:
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ حَدَّثَنَا أَنَّ قَوْمًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ وَايْمُ اللَّهِ مَا أَدْرِي لَعَلَّ أَكْثَرَهُمْ مِنْكُمْ
“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ mengabarkan kepada kami bahwa akan ada suatu kaum yang membaca Al-Quran, tetapi bacaan mereka tidak melebihi kerongkongan mereka. Demi Allah, aku tidak tahu bisa jadi kebanyakannya ada pada kalian!” (Sunan Ad-Darimi)
Itulah teguran Ibnu Mas’ud kepada orang-orang yang melakukan zikir berjamaah di zamannya. Perkataan yang sangat jelas dan tegas. Lantas, sadarkah mereka?
Ternyata tidak. Lalu apa yang terjadi pada mereka?
‘Amru bin Salamah berkata:
رَأَيْنَا عَامَّةَ أُولَئِكَ الْحِلَقِ يُطَاعِنُونَا يَوْمَ النَّهْرَوَانِ مَعَ الْخَوَارِجِ
“Kami lihat kebanyakan mereka bergabung bersama kaum Khawarij memerangi kami dalam perang Nahrawan!” (Sunan Ad-Darimi)
Kaum Khawarij adalah kelompok yang mengafirkan orang yang tidak sependapat dengan mereka. Mereka menghalalkan darah kaum muslimin dan melakukan berbagai perkara mungkar lainnya.
Lihatlah orang-orang yang diingkari Ibnu Mas’ud tadi. Mereka melakukan zikir yang tidak pernah diajarkan oleh nabi mereka, lalu di kemudian hari mereka ternyata menghalalkan darah saudara-saudara mereka!
Itu menunjukkan bahwa kerusakan dalam amalan dan kerusakan dalam keyakinan biasanya saling berkaitan.
Jika keyakinan seseorang rusak, maka akan rusak pula amalannya.
Dan tidaklah amalan seseorang rusak, melainkan karena rusak juga keyakinannya.
Siberut, 20 Shafar 1445
Abu Yahya Adiya






