“Kamu mau menyamakan saya dengan para penyembah patung?!”
Mungkin itulah reaksi yang muncul kalau kita menegur orang yang beribadah dengan khidmat di hadapan makam keramat.
Ia akan memprotes kita, dan menganggap kita keterlaluan, karena sudah menyamakan dirinya dengan Abu Jahl, Abu Lahab, dan gembong musyrik Quraisy lainnya.
Menurutnya, tidak pantas menyamakan musyrikin Quraisy yang notabene para penyembah patung, dengan dirinya yang mengagungkan dan menghormati “wali Allah”! Padahal…
Sembahan Kaum Musyrikin Zaman Jahiliyyah
- Dulu ada yang menyembah para malaikat dan para nabi:
Allah Ta’ala berfirman:
وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلَائِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا
“Dan tidak mungkin pula bagi nabi menyuruh kalian menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai tuhan.” (QS. Ali-‘Imran: 80)
Imam As-Suyuthi menjelaskan:
{أَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلَائِكَة وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا} كَمَا اتَّخَذَتْ الصَّابِئَة الْمَلَائِكَة وَالْيَهُود عُزَيْرًا وَالنَّصَارَى عِيسَى
“Menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai tuhan yaitu sebagaimana kaum Shoibah menjadikan para malaikat sebagai sembahan, kaum Yahudi menjadikan Uzair sebagai sembahan, dan kaum Nashrani menjadikan ‘Isa sebagai sembahan.” (Tafsir Jalalain)
- Dulu ada yang menyembah orang-orang saleh:
Allah Ta’ala berfirman:
قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِهِ فَلا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلا تَحْوِيلا
“Katakanlah, ‘Panggillah mereka yang kalian anggap (tuhan) selain Allah, mereka tidak kuasa untuk menghilangkan bahaya dari kalian dan tidak pula memindahkannya.
أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada-Nya). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan siksa-Nya. Sesungguhnya siksa Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti.” (QS. Al-Isra’: 56-57)
Siapa yang dimaksud dengan orang-orang yang mereka seru itu?
Imam Al-Qurthubi menyebutkan 3 pendapat para ulama ahli tafsir dalam hal ini:
- Ada yang menyatakan bahwa mereka itu adalah para jin yang disembah oleh kabilah Arab. Para jin itu masuk Islam, dalam keadaan para penyembah mereka tidak tahu bahwa mereka sudah masuk Islam, dan mereka tetap beribadah kepada mereka.
- Ada yang menyatakan bahwa mereka itu adalah para malaikat.
- Ada yang menyatakan bahwa mereka itu adalah ‘Isa putra Maryam dan ‘ Dan ‘Uzair adalah orang saleh dari kalangan Bani Israel.
Yang demikian menunjukkan bahwa orang-orang musyrik zaman dahulu ada yang menyembah orang saleh.
- Dulu ada yang menyembah matahari dan bulan.
Allah berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya yaitu malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kalian hanya beribadah kepada-Nya.” (QS. Fushshilat : 37)
Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan ini menunjukkan bahwa orang-orang musyrik zaman dahulu ada yang menyembah matahari dan bulan.
- Dulu ada yang menyembah pepohonan dan batu-batuan
Allah Ta’ala berfirman:
أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّى، وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَى
“Maka apakah patut kalian menganggap Al-Lata dan Al-‘Uzza serta Manat yang ketiga.” (QS. An Najm: 19-20)
Al-Laata, Al-‘Uzza dan Manat adalah sembahan orang-orang di zaman jahiliah.
Al-Laata itu berupa batu putih berukir dan di atasnya dibangun sebuah rumah. Dan letaknya di Thaif. Apa asalnya?
Ibnu ‘Abbas menjelaskan:
كَانَ اللَّاتُ رَجُلًا يَلُتُّ سَوِيقَ الحَاجِّ
“Al-Latta adalah orang yang suka mengaduk sawiq (adonan gandum) untuk dihidangkan kepada jamaah haji.” (Shahih Bukhari)
Artinya, ia orang yang baik dan dermawan. Setelah meninggal, orang-orang senantiasa mendatangi makamnya. Dan di kemudian hari, ternyata mereka menyembahnya.
‘Uzza itu berupa pohon yang ada bangunannya dan diberi kelambu, terletak di Nakhlah antara Thaif dan Mekah.
Manat itu berupa patung dan terletak di Musyallal, antara Mekah dan Madinah.
Walaupun Berbeda, Tapi Satu Jua
Sembahan orang-orang musyrik zaman dahulu berbeda-beda. Tapi, walaupun begitu, Nabi ﷺ tidak membeda-bedakan mereka. Nabi menganggap mereka semua sama. Sama-sama musyrik. Karena itu, Nabi ﷺ memerangi mereka semua, tanpa terkecuali!
Allah Ta’ala berfirman:
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ
“Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata.” (QS. Al-Baqarah : 193)
Apa maksud sehingga tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata?
Imam Ath-Thabari berkata:
حتى لا يكون شركٌ بالله، وحتى لا يُعبد دونه أحد
“Yaitu sehingga tidak ada lagi penyekutuan terhadap Allah dan hingga tidak ada seorang pun yang diibadahi selain-Nya.” (Jami’ Al-Bayan fii Ta’wil Al-Quran)
Artinya selama mereka masih menyekutukan Allah, perangi mereka!
Selama mereka beribadah kepada selain-Nya, entah itu nabi, malaikat, orang saleh, kuburan, dan pepohonan, perangilah mereka!
Karena itu…
Tidak ada bedanya, apakah engkau berlindung kepada batu, atau berlindung kepada nabimu.
Tidak ada bedanya, apakah engkau bergantung kepada malaikat, atau bergantung kepada makam keramat.
Tidak ada bedanya, apakah engkau rukuk dan sujud kepada pepohonan, atau rukuk dan sujud kepada kuburan!
Tidak ada bedanya, apakah engkau menyembelih hewan untuk setan, atau menyembelih hewan untuk seorang yang saleh dan beriman!
Tidak ada bedanya semua itu. Itu semua syirik, dan dengan melakukan itu, engkau pantas divonis sebagai musyrik!
Siberut, 18 Dzulqa’dah 1441
Abu Yahya Adiya






