Cara Singkat Mengenal 4 Sekte Sesat

Cara Singkat Mengenal 4 Sekte Sesat

4 sekte sesat di sini yaitu Qadariyyah, Murjiah, Syiah, dan Khawarij.

Kenapa hanya 4 sekte?

Sebab….

Imam Al-Barbahari berkata:

فمن هذه الأربعة الأهواء انشعبت [الاثنان] وسبعون هوى

“Dari 4 sekte sesat inilah bermunculan berbagai sekte menjadi 72 sekte sesat.” (Syarh As-Sunnah)

 

Syiah

Imam Al-Barbahari berkata:

فمن قدم أبا بكر وعمر وعثمان وعليا على جيمع أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم, ولم يتكلم في الباقين إلا بخير, ودعا لهم؛ فقد خرج من التشيع أوله وآخره.

“Siapa yang mendahulukan Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali daripada semua sahabat Rasulullah ﷺ dan hanya berbicara baik tentang sahabat-sahabat Rasul yang lain serta mendoakan mereka, maka sungguh, ia telah keluar dari pemikiran Syiah, dari awalnya sampai akhirnya.” (Syarh As-Sunnah)

Kalau begitu, siapa yang mendahulukan ‘Ali daripada Abu Bakar, ‘Umar, dan ‘Utsman, maka ia seorang Syiah.

Begitu juga, siapa yang berbicara buruk tentang para sahabat Nabi lainnya, maka ia seorang Syiah.

 

Murjiah

Imam Al-Barbahari berkata:

ومن قال: الإيمان قول وعمل, يزيد وينقص؛ فقد خرج من الإرجاء كله أوله وآخره.

“Siapa yang berpendapat bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang, maka sungguh, ia telah keluar dari pemikiran Murjiah dari awalnya sampai akhirnya.” (Syarh As-Sunnah)

Kalau begitu, siapa yang berpendapat bahwa iman hanyalah keyakinan dan perkataan, tanpa perbuatan, maka ia seorang Murjiah.

Begitu juga, siapa yang berpendapat bahwa iman tidak bisa bertambah dan berkurang, maka ia seorang Murjiah.

 

Khawarij

Imam Al-Barbahari berkata:

ومن قال: الصلاة خلف كل بر وفاجر, والجهاد مع كل خليفة, ولم ير الخروج على السلطان بالسيف, ودعا لهم بالصلاح؛ فقد خرج من قول الخوارج أوله وآخره.

“Siapa yang berpendapat bahwa boleh bermakmum kepada orang yang baik maupun jahat, berjihad dengan semua pemimpin, dan tidak berpendapat bolehnya memberontak kepada penguasa dengan pedang, serta mendoakan mereka agar mendapat kebaikan, maka sungguh, ia telah keluar dari pemikiran Khawarij, dari awalnya sampai akhirnya.” (Syarh As-Sunnah)

Kalau begitu, siapa yang berpendapat bahwa tidak boleh bermakmum dan berjihad bersama pemimpin yang jahat, bahkan boleh mencelanya dan menjatuhkannya dari kekuasaannya, maka ia seorang Khawarij.

 

Qadariyyah

Imam Al-Barbahari berkata:

ومن قال: المقادير لكها من الله, خيرها وشرها, يضل من يشاء ويهدي من يشاء؛ فقد خرج من قول القدرية أوله وآخره, وهو صاحب سنة

“Dan siapa yang berpendapat bahwa takdir semuanya dari Allah, yang baik maupun yang buruk, Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki, maka sungguh, ia telah keluar dari pemikiran Qadariyyah, dari awalnya sampai akhirnya. Dan ia adalah pengikut sunnah.” (Syarh As-Sunnah)

Kalau begitu, siapa yang berpendapat bahwa Allah hanya menakdirkan kebaikan, tanpa keburukan, maka ia seorang Qadariyyah.

Begitu juga, siapa yang berpendapat bahwa Allah tidak mungkin menyesatkan seseorang, maka ia seorang Qadariyyah.

 

Siberut, 5 Sya’ban 1443

Abu Yahya Adiya