Sufi Belakangan dan Kuburan

Sufi Belakangan dan Kuburan

Di antara ciri khas kaum Sufi belakangan yaitu sikap mereka yang berlebihan terhadap kuburan.

Seperti apa?

Muhammad Ats-Tsani Al-Hasani:

إن الشيخ محمد إلياس كان يجلس في أكثر الأحيان خلف قبر عبدالقدوس الكنكوهي – رئيس الطريقة الجشتية الصابرية- وكان يجلس في الخلوة قرب قبر نور سعيد البدايوني ويصلي بالجماعة هناك

“Sesungguhnya Syekh Muhammad Ilyas sering duduk di balik kubur ‘Abdul Quddus Al-Kankuhi-pemimpin tarekat Jisytiyyah Shabiriyyah-. Ia duduk menyendiri dekat kubur Nur Sa’id Al-Badayuni dan melaksanakan salat berjamaah di situ.” (Sirah Muhammad Yusuf)

Lihatlah, melaksanakan salat berjamaah di situ!

Padahal, Nabi ﷺ telah bersabda:

الْأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلَّا الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ

“Bumi itu semuanya merupakan tempat untuk sujud kecuali kuburan dan kamar mandi.” (HR. Ahmad)

Padahal, Nabi ﷺ  juga telah bersabda:

وَاعْلَمُوا أَنَّ شِرَارَ النَّاسِ الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْقُبُورَ مَسَاجِدَ

“Ketahuilah, bahwa seburuk-buruk orang adalah mereka yang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah.” (HR. Ahmad)

Dan contoh lain:

Syamsuddin Al-Afghani berkata:

فقد زار الشيخ السهارنفوري مع هؤلاء الركب الديوبندي، ضريح الخواجة معين الدين الجشتي إمام الصوفية الجشتية، وبمجرد الوصول إلى القبر جلس للمراقبة واستغرق في المراقبة كأنه أغمي عليه والناس حول القبر بين طائف وساجد ومرتكب للشرك

“Syekh As-Saharanfuri bersama rombongan Deobandi mengunjungi kubur Al-Khawajah Mu’inuddin Al-Jisyti, seorang pemimpin tarekat Sufi Al-Jisytiyyah. Sesampainya di kuburnya, ia langsung duduk untuk mengamati dan hanyut di dalamnya, seakan-akan ia pingsan sedangkan orang-orang di sekitar kubur ada yang tawaf, sujud, dan melakukan syirik.” (Juhud ‘Ulama Al-Hanafiyyah fii Ibthali ‘Aqaid Al-Quburiyyah)

Itulah yang diwanti-wanti oleh Nabi ﷺ di akhir hayatnya.

Nabi ﷺ bersabda:

أَلَا وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَتَّخِذُونَ قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيهِمْ مَسَاجِدَ، أَلَا فَلَا تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ، إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ

“Ingatlah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menjadikan kuburan nabi dan orang-orang saleh di antara mereka sebagai tempat ibadah. Ingatlah, jangan kalian jadikan kuburan sebagai tempat ibadah. Sesungguhnya aku melarang kalian melakukan itu.” (HR. Muslim)

 

Siberut, 3 Sya’ban 1443

Abu Yahya Adiya