Hadis yang Membantah Tiga Kelompok

Hadis yang Membantah Tiga Kelompok

“Keluarkan dari neraka siapa pun yang di dalam hatinya ada iman sebesar biji sawi!”

Itulah perintah Allah kepada para malaikat setelah penduduk surga masuk ke dalam surga dan penduduk neraka masuk ke dalam neraka.

Lalu apa yang terjadi setelah itu?

Nabi ﷺ mengabarkan:

فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدِ اسْوَدُّوا، فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرِ الحَيَا، أَوِ الحَيَاةِ فَيَنْبُتُونَ كَمَا تَنْبُتُ الحِبَّةُ فِي جَانِبِ السَّيْل

“Maka mereka keluar dari neraka dalam kondisi yang telah hangus menghitam kemudian mereka dimasukkan ke dalam sungai hidup atau kehidupan. Lalu mereka pun tumbuh bersemi seperti tumbuhnya benih di tepi aliran sungai.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain menunjukkan luasnya rahmat Allah, hadis ini juga merupakan bantahan terhadap tiga kelompok.

Murjiah

Hadis tadi membantah kelompok Murjiah dari dua sisi:

1. Disebutkan dalam hadis tadi bahwa orang-orang mukmin yang bermaksiat ada di dalam neraka. Sedangkan Murjiah berpendapat bahwa maksiat tidak membahayakan diri seseorang dan imannya selama hatinya masih yakin akan Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan perkara iman lainnya.

Imam Al-‘Aini berkata:

فِيهِ حجَّة لأهل السّنة على المرجئة حَيْثُ علم مِنْهُ دُخُول طَائِفَة من عصاة الْمُؤمنِينَ النَّار، إِذْ مَذْهَبهم أَنه لَا يضر مَعَ الْإِيمَان مَعْصِيّة، فَلَا يدْخل العَاصِي النَّار

“Dalam hadis ini terdapat dalil bagi Ahlussunnah untuk membantah Murjiah di mana diketahui dari hadis itu adanya sekelompok orang beriman pelaku maksiat yang masuk neraka. Sebab, pendapat Murjiah yaitu maksiat tidak membahayakan iman, makanya orang yang bermaksiat tidak akan masuk neraka.” (‘Umdah Al-Qari Syarh Shahih Al-Bukhari)

2. Adanya orang mukmin yang masuk neraka dan adanya mukmin yang masuk surga itu menunjukkan bahwa iman itu bertingkat-tingkat, bisa bertambah dan berkurang. Sedangkan Murjiah berpendapat bahwa iman itu tidak bertingkat-tingkat, tidak bisa bertambah dan berkurang.

Imam Ibnu Baththal berkata:

تفاضل المؤمنين فى أعمالهم لا شك فيه، وأن الذى خرج من النار بما فى قلبه من مقدار حبة من خردل من إيمان معلوم أنه كان ممن انتهك المحارم وارتكب الكبائر، ولم تفِ طاعته لله عند الموازنة بمعاصيه. ومن أطاع الله وقام بما وَجَبَ عليه وبرئ من مظالم العباد فلا شك أن عمله أفضل من عمل الرجل المنتهك

“Bertingkatnya orang-orang beriman dalam amalan mereka, itu tidak diragukan lagi, dan bahwasanya orang yang keluar dari neraka dalam keadaan memiliki iman sebesar biji sawi dimaklumi bahwa ia termasuk orang yang melakukan perbuatan haram dan dosa-dosa besar, dan ketaatannya kepada Allah tidak sebanding dengan kemaksiatannya kepada-Nya. Siapa yang menaati Allah dan melaksanakan kewajibannya serta tidak menzalimi orang lain, maka tidak diragukan lagi amalannya lebih utama daripada amalan orang yang melakukan dosa tadi.” (Syarh Shahih Al-Bukhari)

 

Khawarij dan Muktazilah

Hadis tadi membantah kelompok Khawarij dan Muktazilah. Sebab, disebutkan dalam hadis tadi bahwa orang-orang mukmin yang bermaksiat akan keluar dari neraka dan tidak kekal di dalamnya. Sedangkan Khawarij dan Muktazilah berpendapat bahwa pelaku maksiat kekal di dalam neraka.

 

Siberut, 6 Sya’ban 1446
Abu Yahya Adiya