Seperti apakah sifat orang-orang yang beriman?
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka…” (QS. Al-Anfaal: 2)
Ayat ini dan masih banyak lagi ayat dan hadis yang senada dengannya menunjukkan dengan jelas bahwa iman itu bisa bertambah dan berkurang. Dan itulah keyakinan Ahlussunnah wal Jama’ah.
Imam Al-Lalakai berkata:
وَقَالَ سَهْلُ بْنُ الْمُتَوَكِّلِ:
“Sahl bin Al-Mutawakkil berkata:
أَدْرَكْتُ أَلْفَ أُسْتَاذٍ أَوْ أَكْثَرَ، كُلُّهُمْ يَقُولُ: الْإِيمَانُ قَوْلٌ وَعَمَلٌ، يَزِيدُ وَيَنْقُصُ
“Aku mendapati 1000 ustaz bahkan lebih. Semuanya berpendapat bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.”
وَقَالَ يَعْقُوبُ بْنُ سُفْيَانَ:
Ya’qub bin Sufyan berkata:
أَدْرَكْتُ أَهْلَ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ عَلَى ذَلِكَ
“Aku mendapati Ahlussunnah wal Jama’ah berpendapat demikian.” (Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunnah wal Jama’ah)
Walaupun demikian, ada yang menyalahi mereka dengan menyatakan bahwa iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang.
Itulah pendapat sekte Murjiah. Mereka berpaling dari banyak ayat dan hadis yang menyebutkan bahwa iman itu bisa bertambah dan berkurang.
Bahkan, demi menguatkan pendapat tersebut, ada salah seorang dari mereka yang sampai bersumpah menceraikan istrinya jika iman itu bisa bertambah dan berkurang!
Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali bercerita tentang Imam Kamaluddin Asy-Syahraayaani:
وله جزء في أن الإيمان يَزِيد وينقص، كتبه جوابا عَن سؤال فيمن حلف بالطلاق عَلَى نفي ذَلِكَ، فأفتى بوقوع طلاقه، وبسط الْكَلام عَلَى المسألة، وذلك في زمن المستعصم
“Beliau punya buku khusus tentang iman itu bertambah dan berkurang. Beliau tulis itu sebagai jawaban atas pertanyaan tentang orang yang bersumpah bahwa talak jatuh kepada istrinya jika iman itu bertambah dan berkurang. Maka beliau pun berfatwa bahwa talak telah jatuh. Beliau menulis panjang lebar tentang masalah itu dan itu di zaman Al-Musta’shim.” (Dzail Thabaqaat Al-Hanaabilah)
Bukan cuma itu, bahkan salah seorang dari mereka menyebutkan bahwa di antara perkara yang menyebabkan seseorang murtad yaitu:
وَبِقَوْلِهِ الْإِيمَانُ يَزِيدُ وَيَنْقُصُ
“Pendapatnya bahwa iman itu bertambah dan berkurang!” (Al-Bahru Ar-Raiq Syarh Kanzu Ad-Daqaaiq)
Kita berlindung kepada Allah dari sikap berlebihan dan penyimpangan.
Siberut, 25 Sya’ban 1445
Abu Yahya Adiya
Sumber: Ziyadah Al-Iman wa Nuqshanuhu wa Hukmu Al-Istitsna’ Fiihi karya Syekh Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr.






