Dalil Mayoritas Menurut Ibnu ‘Asakir

Dalil Mayoritas Menurut Ibnu ‘Asakir

Al-Hafizh Ibnu Asakir resah mendengar pendapat sebagian orang.

Apa pendapat mereka?

Al-Hafizh Ibnu Asakir menyebutkan pendapat mereka:

إِن الجم الْغَفِير فِي سَائِر الْأَزْمَان وَأكْثر الْعَامَّة فِي جَمِيع الْبلدَانِ لَا يقتدون بالأشعري وَلَا يقلدونه وَلَا يرَوْنَ مذْهبه وَلَا يعتقدونه وهم السوَاد الْأَعْظَم وسبيلهم السَّبِيل الأقوم

“Sesungguhnya banyak orang di setiap zaman dan kebanyakan orang di setiap negeri tidak mengikuti Al-Asyari, tidak taklid kepadanya, tidak menganggap dan meyakini keyakinannya sedangkan mereka adalah mayoritas dan jalan mereka adalah jalan yang paling lurus.”

Itu pendapat mereka. Maka itu dijawab oleh Al-Hafizh Ibnu Asakir:

لَا عِبْرَة بِكَثْرَة الْعَوام وَلَا الْتِفَات إِلَى الْجُهَّال الأغتام

“Tidak dianggap banyaknya orang awam dan tidak perlu diperhatikan orang-orang bodoh yang gagap.” (Tabyiin Kadzib Al-Muftarii Fiimaa Nusiba Ilaa Al-Imam Abi Al-Hasan Al-Asyari)

Kemudian Al-Hafizh Ibnu Asakir menguatkan argumen beliau dengan berkata:

إن الله عز وجل قَالَ

“Sesungguhnya Allah telah berfirman:

وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ

“Dan orang-orang beriman yang bersamanya (Nuh) hanya sedikit.” (QS. Hud: 40)

وَقَالَ عز مِن قَائِل

Dan Dia telah berfirman:

وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

“Dan sedikit sekali hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS. Saba’: 13)

وَقد قَالَ الفضيل بن عِيَاض….

Dan sungguh, Al-Fudhail bin ‘Iyadh telah berkata:

لَا تستوحش طرق الْهدى لقلَّة أَهلهَا وَلَا تغترن بِكَثْرَة الهالكين

“Jangan berkecil hati meniti jalan petunjuk karena sedikitnya orang yang menempuhnya. Dan jangan engkau tertipu oleh banyaknya orang yang binasa (karena tidak menempuhnya).” (Tabyiin Kadzib Al-Muftarii Fiimaa Nusiba Ilaa Al-Imam Abi Al-Hasan Al-Asyari)

Apa poin penting yang bisa kita petik dari pernyataan Al-Hafizh Ibnu Asakir ini?

  1. Orang yang mengikuti Imam Abul Hasan Al-Asyari di zaman beliau itu sedikit dan minoritas.
  2. Kebenaran bukanlah yang diyakini oleh banyak orang. Kebenaran bukanlah yang dilakukan oleh banyak orang.

Kebenaran adalah yang sesuai dengan petunjuk-Nya, walaupun hanya sedikit yang mengikutinya.

Allah berfirman:

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

“Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu jangan sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu.” (QS. Al-Baqarah: 147)

Maka, jangan sampai kita menolak kebenaran dengan alasan mayoritas orang tidak meyakininya atau mempraktekkannya!

 

Siberut, 13 Rabiul Tsani 1444

Abu Yahya Adiya

 

Sumber: Al-Mustauib Fii Dzikri Fuqahaa Asy-Syafiiyyah Al-Mujaanibiin Litiqaad Al-Asyariyyah karya Abdul Shamad bin Ahmad As-Sulami.