Debat Ibnu Hazm dengan Pendeta

Debat Ibnu Hazm dengan Pendeta

Imam Ibnu Hazm pernah berdebat dengan para pendeta. Dalam debat tersebut beliau menyebutkan bahwa kitab suci mereka sudah mengalami penyelewengan.

Mereka tidak tinggal diam. Mereka pun memberikan bantahan. Apa bantahan mereka?

Imam Ibnu Hazm menyebutkan bahwa mereka mengatakan:

فَإِن الروافض يَزْعمُونَ أَن أَصْحَاب نَبِيكُم بدلُوا الْقُرْآن وأسقطوا مِنْهُ وَزَادُوا فِيهِ

“Sesungguhnya kaum Syiah Rafidhah mengklaim bahwa para sahabat nabi kalian telah mengganti Al-Quran, mereka menghilangkan bagian darinya dan menambahnya!” (Al-Fashl Fii Al-Milal wa Al-Ahwa wa An-Nihal)

Maka apa jawaban Imam Ibnu Hazm?

Beliau berkata:

وَأما قَوْلهم فِي دَعْوَى الروافض تَبْدِيل الْقرَاءَات فَإِن الروافض لَيْسُوا من الْمُسلمين إِنَّمَا هِيَ فرق حدث أَولهَا بعد موت النَّبِي ﷺ بِخمْس وَعشْرين سنة

“Adapun perkataan mereka tentang klaim Syiah Rafidhah bahwa bacaan Al-Quran telah diganti, maka sesungguhnya Syiah Rafidhah bukan termasuk kaum muslimin. Mereka hanya sekte yang muncul pertama kali 25 tahun setelah wafat Nabi ﷺ.” (Al-Fashl Fii Al-Milal wa Al-Ahwa wa An-Nihal)

 

Ada poin penting yang bisa kita ambil dari kisah singkat di atas:

 

1. Salah satu bentuk dakwah kepada orang-orang kafir yaitu dengan mendebat mereka. Seperti yang dicontohkan oleh Imam Ibnu Hazm tadi.

Allah berfirman:

وَلا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ

“Dan janganlah kalian berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka.” (QS. Al-‘Ankabuut: 46)

 

2. Salah satu cara orang-orang kafir menyerang Islam yaitu menggunakan pendapat orang sesat yang ada di kalangan umat Islam.

 

3. Syiah itu sekte yang baru muncul puluhan tahun setelah wafat Nabi ﷺ.

 

4. Ada di antara kelompok Syiah yang menganggap Al-Quran sudah mengalami perubahan setelah Nabi ﷺ wafat. Dan mereka kafir menurut Imam Ibnu Hazm.

 

Siberut, 16 Syawwal 1444

Abu Yahya Adiya