Deobandi dan Istigasah kepada Orang Mati

Deobandi dan Istigasah kepada Orang Mati

Deobandi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh yang kuat di India, bahkan kawasan Asia Selatan.

Sejak lebih dari seratus tahun lalu, para pembesar Deobandi telah berhasil mencetak ratusan kader yang menyebarkan paham mereka.

Lantas seperti apakah paham dan pandangan Deobandi?

Di antara paham dan pandangan Deobandi:

Tokoh Deobandi, Syabir Ahmad Al-‘Utsmani menerangkan tafsir surat Al-Fatihah ayat ke 5:

علم من هذه الآية الشريفة: أنه لا يجوز الاستمداد في الحقيقة من غير الله، ولكن إذا جعل شخص مقبول واسطة لرحمة الله، وطلب منه العون على اعتقاد أنه غير مستقل في الإعانة، فهذا جائز

“Diketahui dari ayat yang mulia ini bahwa sebenarnya tidak boleh meminta pertolongan kepada selain Allah. Namun, jika seseorang yang diterima dijadikan perantara untuk mendapat rahmat Allah dan untuk dimintai pertolongan dengan keyakinan ia tidak menolong dengan sendirinya, maka itu boleh.”

Adakah keganjilan dalam perkataannya?

Setelah menyebutkan perkataan tadi, Syekh Syamsuddin Al-Afghani berkata:

هذا الذي قاله هؤلاء الديوبندية هو اعتقاد جميع القبورية في استغاثتهم بالأموات. والاستعانة منهم عند إلمام الملمات فكلهم يقولون:

“Yang dikatakan oleh orang-orang Deobandi itu adalah keyakinan semua penyembah kubur ketika mereka istigasah dan meminta tolong kepada orang-orang mati tatkala terjadi bencana. Mereka semua berkata:

إننا لا نستغيث بالأولياء على اعتقاد أنهم مستقلون بالنفع والضر؛ بل إن الله تعالى جعلهم وسيلة وواسطة بينه وبين عباده لقضاء حوائجهم.

“Sesungguhnya kami tidak istigasah kepada wali-wali dengan keyakinan bahwa merekalah yang memberikan manfaat dan madarat. Bahkan, Allah menjadikan mereka wasilah dan perantara antara Dia dengan hamba-hamba-Nya untuk menunaikan kebutuhan-kebutuhan mereka.” (Juhud Ulama Al-Hanafiyyah Fii Ibthal ‘Aqaid Al-Quburiyyah)

Bukan cuma itu. Bahkan, mereka meyakini bahwa orang mati pun bisa melakukan tindakan seperti halnya orang yang masih hidup.

Tokoh Deobandi, Najmuddin Ad-Deobandi berkata:

إن علماء ديوبند لا يقولون إن الإنسان لا يتصرف البتة في حياته أو بعد مماته

“Sesungguhnya para ulama Deobandi tidak berpendapat bahwa seorang insan tidak memiliki tindakan sama sekali dalam hidupnya, begitu juga setelah matinya.”

Karena keyakinan itulah, mereka membolehkan istigasah dan meminta tolong kepada orang mati.

Tokoh Deobandi, Munazhir Ahsan Al-Kailani berkata:

فلسنا ننكر الاستغاثة بأرواح المشايخ

“Kami tidak mengingkari istigasah kepada arwah para syekh.”

Bandingkanlah keyakinan mereka dengan ucapan Nabi ﷺ:

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

“Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Dan bandingkan juga dengan sabda Nabi ﷺ:

إنه لا يستغاث بي وإنما يستعاث بالله

“Istigasah itu tidak kepadaku. Istigasah itu hanya kepada Allah!” (HR. Ath-Thabrani)

 

Siberut, 23 Syawwal 1443

Abu Yahya Adiya

 

Sumber: https://www.dorar.net/firq/2945/%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B7%D9%84%D8%A8-%D8%A7%D9%84%D8%A3%D9%88%D9%84:-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D8%B3%D8%AA%D8%BA%D8%A7%D8%AB%D8%A9-%D8%A8%D8%A3%D8%B1%D9%88%D8%A7%D8%AD-%D8%A7%D9%84%D8%A3%D8%AD%D9%8A%D8%A7%D8%A1-%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%A3%D9%85%D9%88%D8%A7%D8%AA