Doa dan Cela Saat Angin Tiba

Kalau angin kencang datang menerjang, apa yang akan kita lakukan?

Kalau angin sampai merusak beberapa bangunan, apa yang akan kita kerjakan?

Dan kalau angin sampai mencederai beberapa orang, bahkan menimbulkan korban jiwa, apa yang akan kita ucapkan?

Nabi ﷺ bersabda:

لَا تَسُبُّوا الرِّيحَ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مَا تَكْرَهُونَ فَقُولُوا

“Jangan kalian cela angin. Jika kalian melihat apa yang tidak kalian sukai, maka katakanlah:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَذِهِ الرِّيحِ وَخَيْرِ مَا فِيهَا وَخَيْرِ مَا أُمِرَتْ بِهِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ الرِّيحِ وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُمِرَتْ بِهِ

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan yang karenanya ia diperintahkan dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada padanya, dan keburukan yang karenanya ia diperintahkan.” (HR. Tirmidzi)

Jika kalian melihat apa yang tidak kalian sukai artinya kalau kalian khawatir angin akan membahayakan kalian, rumah kalian, atau hewan ternak kalian.

 

Faidah yang bisa kita petik dari hadis ini:

 

  1. Larangan mencela angin.

Nabi ﷺ bersabda:

لَا تُسُبُّوا الرِّيحَ فَإِنَّهَا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ تَأْتِي بِالرَّحْمَةِ وَالْعَذَابِ وَلَكِنْ سَلُوا اللَّهَ مِنْ خَيْرِهَا وَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا

“Jangan caci maki angin, karena sesungguhnya ia datang dari Allah. Ia datang membawa rahmat dan juga azab. Karena itu mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.” (HR. Ibnu Majah)

Yang mengirim angin kepada kita adalah Tuhannya angin yaitu Allah Azza Wa Jalla, makanya apakah kita tetap akan mencelanya?

Mencela angin berarti mencela yang mengirimnya. Yaitu mencela Allah Azza Wa Jalla dan mencela keputusan-Nya.

Imam Asy-Syafi’i berkata:

لا ينبغي لأحد أن يسب الريح، فإنها خلق الله عز وجل مطيع، وجند من أجناده يجعلها رحمة ونقمة

“Tidak sepantasnya seseorang memaki angin, karena sesungguhnya itu ciptaan Allah عز وجل yang menaati-Nya, dan juga salah satu tentara Allah yang Dia jadikan sebagai rahmat atau bencana.” (Al-Umm)

 

  1. Hendaknya seorang mukmin selalu menjaga lisannya agar tidak mencela, melaknat dan mengucapkan kata-kata yang tidak bermanfaat.

Nabi ﷺ bersabda:

ليس المؤمن بالطعان ولا اللعان والفاحش البذيء

“Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, melaknat dan juga mengucapkan kata-kata keji.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

 

  1. Perintah untuk berdoa bila menyaksikan angin akan membahayakan kita.

Separah apapun angin yang datang kepada kita, kita tidak boleh memakinya.Yang seharusnya kita lakukan adalah berdoa kepada Allah dengan doa yang Nabi ﷺ ajarkan tadi.

 

  1. Siapa yang melarang orang lain dari sesuatu yang terlarang, hendaknya ia menunjukkan kepadanya sesuatu yang diperbolehkan sebagai gantinya.

Sebagaimana dalam hadis tadi, tatkala Nabi ﷺ melarang memaki angin, beliau memberikan gantinya yaitu doa tadi.

 

  1. Seorang muslim wajib menerima ketetapan Allah عز وجل dan tidak menentangnya, apalagi mencelanya.

Sebagaimana ia wajib menerima dan tunduk terhadap aturan Allah dalam kitab-Nya, ia pun wajib menerima dan tunduk terhadap aturan Allah dalam ciptaan-Nya.

Siberut, 4 Shafar 1442

Abu Yahya Adiya

 

Sumber:

  1. Al-Mulakhash fi Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh Al-Fauzan.
  2. Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitab At-Tauhid karya Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin.