Sebagian orang mengaitkan mazhab Syafi’i dengan akidah Asy’ariyyah.
Kalau seorang dikatakan: “Syafi’i (pengikut mazhab Imam Asy-Syafi’i)”, maka itu mesti-menurut mereka-ditambah dengan: “Asy’ari (penganut akidah Asy’ariyyah)”!
Padahal, apakah ada hubungan antara Imam Asy-Syafi’i dan sekte Asy’ariyyah?
Kalau seseorang mengikuti pendapat Imam Asy-Syafi’i dalam masalah fikih, apakah konsekuensinya ia juga harus mengikuti sekte Asy’ariyyah dalam masalah akidah?
Imam Abu Al-‘Abbas bin Suraij yang bergelar Asy-Syafi’i kedua (wafat tahun 303 H) berkata:
لَا نَقُولُ بِتَأْوِيلِ الْمُعْتَزِلَةِ وَالْأَشْعَرِيَّةِ وَالْجَهْمِيَّةِ وَالْمُلْحِدَةِ وَالْمُجَسِّمَةِ وَالْمُشَبِّهَةِ وَالْكَرَّامِيَّةِ وَالْكَيْفِيَّةِ بَلْ نَقْبَلُهَا بِلَا تَأْوِيلٍ، وَنُؤْمِنُ بِهَا بِلَا تَمْثِيلٍ
“Kami tidak sependapat dengan takwil yang dilakukan Muktazilah, Asy’ariyyah, Jahmiyyah, Mulhidah, Mujassimah, Musyabbihah, Karramiyyah, dan Kaifiyyah. Bahkan, kami menerimanya (ayat dan hadis tentang sifat Allah) tanpa takwil. Dan kami beriman kepadanya tanpa menyerupakannya dengan makhluk.” (Ijtima’ Al-Juyusy Al-Islamiyyah)
Lihatlah, walaupun Imam Abu Al-‘Abbas bin Suraij bermazhab Syafi’i dalam masalah fikih, tetapi beliau tidak berakidah Asy’ariyyah. Bahkan, beliau menolak Asy’ariyyah!
Maka, tidak ada hubungan antara Imam Asy-Syafi’i dan sekte Asy’ariyyah. Karena, akidah beliau tidak sama dengan akidah mereka.
Sebagai contoh, Imam Asy-Syafi’i berkata:
القَوْل فِي السّنة الَّتِي أَنا عَلَيْهَا وَرَأَيْت عَلَيْهَا الَّذين رَأَيْتهمْ مثل سُفْيَان وَمَالك وَغَيرهمَا الْإِقْرَار بِشَهَادَة أَن لَا إِلَه إِلَّا الله وَأَن مُحَمَّدًا رَسُول الله وَأَن الله على عَرْشه فِي سمائه
“Pendapat tentang sunnah yang kupegang dan yang kulihat diyakini oleh orang-orang seperti Sufyan, Malik dan selain keduanya yaitu bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah dan bahwasanya Allah di atas Arsy-Nya di langit-Nya.” (Al-‘Uluw Li Al-‘Aliyy Al-Ghaffar)
Bukankah pendapat beliau ini berbeda dengan pendapat sebagian tokoh sekte Asy’ariyyah yang menyatakan bahwa Allah ada di mana-mana?
Dan bukankah pendapat beliau juga berbeda dengan pendapat sebagian tokoh sekte Asy’ariyyah lainnya yang menyatakan bahwa Allah tidak di atas, dan tidak di bawah, Dia tidak di luar alam, dan tidak pula di dalam alam!
Siberut, 23 Sya’ban 1444
Abu Yahya Adiya






