Kebanyakan Pengikut Dajjal

Kebanyakan Pengikut Dajjal

“Kalau Dajjal keluar, maka aku memandang bahwa para ahli bidah akan mengikutinya.” (Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunnah wal Jama’ah)

Itulah perkataan seorang ulama tabiin yaitu Muhammad bin Sirin.

Dan senada dengan itu juga, seorang ulama tabiin yang lain yaitu Mutharrif bin ‘Abdillah Asy-Syikhkhir berkata:

أَكْثَرُ أَتْبَاعِ الدَّجَّالِ الْيَهُود وَأهل الْبدع

“Kebanyakan pengikut Dajjal adalah kaum Yahudi dan ahli bidah.” (Dzam Al-Kalaam)

Mengapa keduanya sampai menyatakan demikian?

Setelah menyampaikan riwayat tadi, Syekh Muhammad Al-Maghrawi berkata:

الله أكبر وسبحان الله ما أعظم فقه السلف، وفراستهم في المبتدعة

“Allah Maha Besar! Maha Suci Allah! Alangkah agungnya pemahaman dan firasat para salaf terhadap para ahli bidah.” (Mausu’ah Mawaqif As-Salaf Fii Al-‘Aqidah wa Al-Manhaj wa At-Tarbiyah)

Apa maksud beliau dengan perkataannya itu?

Syekh menjelaskan:

وقد صارت أفعالهم الآن لا فرق بينها وبين الدجال في قليل ولا كثير

“Sungguh, perbuatan mereka (para ahli bidah) sekarang ini tidak ada bedanya dengan perbuatan Dajjal, baik sedikit maupun banyak.” (Mausu’ah Mawaqif As-Salaf Fii Al-‘Aqidah wa Al-Manhaj wa At-Tarbiyah)

Tidak ada bedanya artinya serupa atau sama. Lantas, apa kesamaan antara Dajjal dengan mereka?

Syekh menjelaskan:

فعمدة الدجال في ترويج دجله هو الكذب والحيل بجميع أنواعها، وقد كان المبتدعة كذلك، وكذلك أشبهوا اليهود في تعصبهم الأعمى ليهوديتهم الضالة، وكذلك المبتدعة يتعصبون لبدعتهم الممقوتة. نرجو الله العفو والعافية.

“Pegangan Dajjal dalam melariskan kebohongannya yaitu dusta dan siasat dengan segala bentuknya. Dan sungguh, para ahli bidah pun demikian. Demikian pula mereka menyerupai kaum Yahudi dalam hal fanatik buta kepada ajaran mereka yang sesat. Begitu pula para ahli bidah, mereka fanatik buta kepada bidah mereka yang dimurkai. Kita memohon kepada Allah ampunan dan keselamatan.” (Mausu’ah Mawaqif As-Salaf Fii Al-‘Aqidah wa Al-Manhaj wa At-Tarbiyah)

Demi melariskan penyimpangan yang ada pada mereka, para ahli bidah tidak segan-segan untuk berdusta dan memutarbalikkan fakta.

Demi menyingkirkan orang yang menentang mereka, para ahli bidah tidak segan-segan untuk mengumbar fitnah dan dusta.

 

Siberut, 15 Syawwal 1445
Abu Yahya Adiya