Memanjangkan Sujud untuk Doa

Memanjangkan Sujud untuk Doa

‘Ali bin Al-Fudhail menyaksikan pemandangan yang menakjubkan di Masjidil Haram.

‘Ali bin Al-Fudhail berkata:

رَأَيتُ الثَّوْرِيَّ سَاجِداً، فَطفتُ سَبْعَةَ أَسَابِيْعَ قَبْلَ أَنْ يَرْفَعَ رَأْسَهُ.

“Aku pernah melihat Ats-Tsauri sujud. Lalu aku tawaf sebanyak tujuh putaran sebelum ia mengangkat kepalanya.” (Siyar A’lam An-Nubala)

Ats-Tsauri di sini adalah Sufyan Ats-Tsauri. Seorang ulama tabi’it tabiin. Seorang ahli hadis yang masyhur dan diakui keilmuan dan ketakwaannya.

Kenapa Sufyan Ats-Tsauri sujud sampai demikian lamanya?

Nabi ﷺ bersabda:

وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ، فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ

“Adapun ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah untuk berdoa, niscaya akan dikabulkan doa kalian.” (HR. Muslim)

Dan Nabi ﷺ bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ، وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Posisi hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia sujud. Karena itu, perbanyaklah doa.” (HR. Muslim)

Kenapa posisi hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia sujud?

Imam Al-‘Aini berkata:

لأنه حالة تدل على غاية تذلل، واعتراف بعبودية نفسه وربوبية ربه، فكانت مظنة الإجابة، فلذلك أمر- عليه السلام- بإكثار الدعاء في السجود

“Sebab, sujud adalah keadaan yang menunjukkan puncak penghinaan diri seorang hamba dan pengakuannya akan penghambaan dirinya dan ketuhanan Tuhannya. Makanya itulah waktu yang mungkin untuk dikabulkan doa. Karena itulah Nabi ﷺ memerintahkan untuk memperbanyak doa ketika sujud.” (Syarh Sunan Abi Daud)

Maka, perbanyaklah doa kepada-Nya ketika sujud, baik itu dalam salat wajib maupun salat sunah.

Perbanyaklah meminta kepada-Nya ketika sujud, baik permintaanmu terkait dengan akhiratmu maupun duniamu.

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

حتى لو كنت تدعو الله في أمور الدنيا وأنت ساجد فهو خير لأن الدعاء نفسه عبادة لو قلت اللهم كثر مالي اللهم هيئ لي سكنا جميلا اللهم هيئ لي سيارة مريحة وما أشبه ذلك فلا بأس به

“Sampai sekalipun engkau berdoa kepada Allah dalam perkara dunia ketika engkau sujud, maka itu adalah kebaikan. Sebab, doa itu sendiri adalah ibadah. Seandainya engkau mengucapkan, ‘Ya Allah, perbanyaklah hartaku. Ya Allah, sediakanlah untukku tempat tinggal yang bagus. Ya Allah, sediakanlah untukku mobil yang nyaman’, dan doa yang semacamnya, maka itu tak mengapa.” (Syarh Riyadhus Shalihin)

Maka, perbanyaklah doa kepada-Nya ketika sujud, baik itu dalam salat wajib maupun salat sunah, karena itu adalah ibadah. Dan seseorang tidak akan rugi karena melakukan suatu ibadah.

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

ثم اعلم أنك إذا سألت الله فإنك رابح في كل حال

“Kemudian ketahuilah bahwa jika engkau meminta kepada Allah, maka sesungguhnya engkau beruntung dalam segala keadaan.

لأنه إما أن يعطيك ما تسأل أو يصرف عنك من السوء ما هو أعظم أو يدخر ذلك لك عنده يوم القيامة أجرا

Sebab, bisa saja Dia memberimu apa yang engkau minta, atau memalingkan darimu keburukan yang lebih besar, atau menyimpan untukmu pahala itu di sisi-Nya di hari kiamat.

فمن دعا الله تعالى فإنه لا يخيب فأكثر من الدعاء

Siapa yang berdoa kepada Allah, maka sesungguhnya ia tidak akan merugi. Karena itu, perbanyaklah doa.” (Syarh Riyadhus Shalihin)

 

Siberut, 21 Rabi’ul Tsani 1444

Abu Yahya Adiya