Mencari Pahala Lewat Jual-Beli

Mencari Pahala Lewat Jual-Beli

Sekecil apa pun kebaikan yang engkau lakukan, Allah pasti membalasnya dan melipatgandakan pahalanya.

Allah berfirman:

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

“Siapa yang membawa kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya.” (QS. Al-An’ām: 160)

Kebaikan pada ayat ini bersifat umum, mencakup kebaikan dalam hal ibadah dan juga muamalah, termasuk jual-beli. Oleh karena itu, siapa yang berbuat baik dalam hal jual-beli, niscaya Allah membalas kebaikannya dengan pahala yang sempurna, yaitu sekurang-kurangnya sepuluh kali lipatnya!

Lalu, bagaimana cara berbuat baik dalam hal jual-beli?

Nabi ﷺ bersabda:

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ، وَإِذَا اشْتَرَى، وَإِذَا اقْتَضَى

“Allah merahmati orang yang bermurah hati ketika menjual, membeli, dan menagih hutang.” (HR. Bukhārī)

Allah merahmati orang yang mempermudah dalam menjual sesuatu. Ia tidak mempersulit dan tidak curang dalam menimbang barang.

Allah juga merahmati seseorang yang mempermudah dalam membeli sesuatu. Ia tidak mempersulit dan tidak curang dalam pembelian.

Bukankah ini kabar yang menggembirakan?

Nabi ﷺ sebagai teladan kita, bukan hanya mengarahkan dan menganjurkan demikian, melainkan juga mencontohkannya dalam muamalah beliau dengan para sahabatnya.

Jābir bin ‘Abdillāh berkata:

اشْتَرَى مِنِّي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بعيرا بِوُقِيَّتَيْنِ وَدِرْهَمٍ أَوْ دِرْهَمَيْنِ…وَوَزَنَ لِي ثَمَنَ الْبَعِيرِ ‌فَأَرْجَحَ لِي.

“Rasulullah ﷺ membeli untaku seharga dua auqiyah plus satu atau dua dirham…dan beliau menimbang harga unta itu untukku lalu melebihkannya.” (HR. Muslim)

Abu Sufyān Suwaid Bin Qais berkata:

‌جَلَبْتُ ‌أَنَا ‌وَمَخْرَمَةُ الْعَبْدِيُّ بَزًّا مِنْ هَجَرَ، فَجَاءَنَا النَّبِيُّ ﷺ فَسَاوَمَنَا بِسَرَاوِيلَ، وَعِنْدِي وَزَّانٌ يَزِنُ بِالْأُجْرَةِ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ لِلْوَزَّانِ:

“Aku bersama Makhramah Al-‘Abdī memasok pakaian dari Hajar. Lalu Nabi ﷺ mendatangi kami kemudian menawar celana kami. Saat itu aku memiliki tukang timbang yang menimbang dengan diupah. Maka Nabi ﷺ berkata kepada tukang timbang tersebut:

زِنْ وَأَرْجِحْ

“Timbanglah dan lebihkanlah!” (HR. Abū Dāwūd dan At-Tirmiżī)

Syekh Muḥammad bin Ṣāliḥ Al-Uṡaimīn berkata:

فوزن له النبي ﷺ وأرجح يعني زاده أكثر مما يستحق وهكذا ينبغي للإنسان عند الوفاء أن يوفي كاملا بدون نقص وإذا زاد فهو أفضل

“Nabi ﷺ menimbang untuknya dan melebihkannya. Maksudnya, beliau menambahkan pembayaran lebih banyak daripada yang seharusnya diterima penjual. Demikian pula sepantasnya seseorang ketika menunaikan hak orang lain; hendaknya ia menunaikannya dengan sempurna tanpa kurang. Jika ia menambahkan lebih dari hak yang seharusnya, maka itu lebih utama.” (Syarḥ Riyāḍ Aṣ-Ṣāliḥīn)

Oleh karena itu, permudahlah penjual, permudahlah pembeli, dan permudahlah siapa pun yang bermuamalah denganmu, niscaya engkau mendapatkan rahmat dan pahala berlipat ganda dari Tuhanmu.

 

Siberut, 9 Rajab 1447

Abu Yahya Adiya