Mencurahkan Waktu untuk Ibadah

Mencurahkan Waktu untuk Ibadah

Rezeki yang kita terima bisa bertambah karena berbagai sebab, di antaranya karena mencurahkan waktu kita untuk beribadah.

Allah berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى وَأَسُدَّ فَقْرَكَ وَإِلَّا تَفْعَلْ مَلَأْتُ يَدَيْكَ شُغْلًا وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ

“Hai anak Adam, curahkan waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Kuisi dadamu dengan kekayaan dan Kututupi kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan demikian, maka Kuisi kedua tanganmu dengan kesibukan dan tidak Kututupi kefakiranmu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Allah memanggil kita semua dan berjanji bahwa Dia akan memberikan kekayaan dan kecukupan pada hati kita, jika kita mencurahkan waktu untuk beribadah kepada-Nya.

Jika kita mencurahkan waktu untuk beribadah kepada Allah, niscaya hidup kita berkecukupan, dan tidak kekurangan.

Mencurahkan waktu untuk beribadah kepada Allah bukan artinya kita terus-menerus salat.

Mencurahkan waktu untuk beribadah kepada Allah bukan artinya kita selalu di masjid.

Mencurahkan waktu untuk beribadah kepada Allah artinya hati kita selalu bersambung dengan Allah. Selalu mengingat-Nya. Selalu berusaha menaati aturan-Nya, di mana pun kita berada. Baik di mesjid maupun luar mesjid.

Bukan seperti orang yang ketika di masjid ingat Allah, tapi di luar masjid lupa akan Allah. Di dalam masjid terlihat taat, tapi di luar masjid jadi pelaku maksiat. Di dalam masjid terlihat suci, tapi di luar masjid main judi.

 

Siberut, 5 Muharram 1446
Abu Yahya Adiya