Patung Pertama Yang Dipuja Umat Manusia
Setelah Nabi Adam ﷺ meninggal, umat manusia masih hidup sesuai dengan fitrah mereka yaitu mengesakan Allah. Ketika itu tidak ada yang namanya syirik. Tidak ada
Setelah Nabi Adam ﷺ meninggal, umat manusia masih hidup sesuai dengan fitrah mereka yaitu mengesakan Allah. Ketika itu tidak ada yang namanya syirik. Tidak ada
Nabi ﷺ bersabda: لاَ تُطْرُونِي، كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ، وَرَسُولُهُ “Janganlah kalian berlebihan dalam memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani
Gurat kematian mulai tampak di wajahnya. Tanda-tanda perpisahan mulai menghampirinya. Ketika kondisinya makin kritis, di saat maut hampir menjemput, berjalanlah Rasulullah ﷺ mendekatinya. Dan
Allah berfirman: قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلا فِي الأرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ