‘Ali bin Abi Thalib lebih berhak menjadi khalifah daripada Abu Bakar dan ‘Umar. Bahkan, keduanya tidak sah menjadi khalifah. Bahkan, keduanya telah keluar dari agama Allah.
Itulah pernyataan Syiah Rafidhah tentang kedua sahabat Nabi ﷺ itu.
Mereka menyatakan demikian dengan alasan bahwa ‘Ali bin Abi Thalib memusuhi keduanya, bahkan mengafirkan keduanya. Padahal….
‘Ali bin Abi Thalib pernah berkhutbah di kota Kufah:
لَا يُفَضِّلُنِي أَحَدٌ عَلَى أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا إِلَّا جَلَدْتُهُ حَدَّ الْمُفْتَرِي
“Tidaklah seseorang lebih mengutamakan diriku daripada Abu Bakar dan ‘Umar-semoga Allah meridai keduanya-kecuali aku menderanya sebagai hukuman terhadap orang yang membuat kedustaan.” (As-Sunnah)
Apakah ini pujian atau ujaran kebencian?
Kalau orang-orang Syiah membantah itu dengan alasan bahwa riwayat tersebut tidak ada dalam kitab-kitab mereka, maka hendaknya mereka menengok kitab rujukan mereka yaitu Asy-Syafi karya Asy-Syarif Al-Murtadha. Di dalam kitab tersebut disebutkan bahwa ‘Ali bin Abi Thalib berkata:
إن خير هذه الأمة بعد نبيها أبو بكر وعمر
“Sesungguhnya orang terbaik pada umat ini sepeninggal nabi mereka yaitu Abu Bakar dan ‘Umar.” (Kitab Asy-Syafi juz 2 hal. 428)
Apakah ini pujian atau ujaran kebencian?
Kalau mereka masih mau membantah itu, maka hendaknya mereka menengok kitab rujukan mereka yaitu Talkhish Asy-Syafi karya Ats-Thusi. Di dalam kitab tersebut disebutkan bahwa seseorang Quraisy berkata kepada ‘Ali bin Abi Thalib:
سمعتك تقول في الخطبة آنفا اللهم اصلحنا بما اصلحت به الخلفاء الراشدين فمن هما
“Aku mendengarmu berkata dalam khutbah tadi, ‘Ya Allah, perbaikilah kami sebagaimana Engkau memperbaiki Khulafaurrasyidin’, maka siapakah mereka itu?”
‘Ali bin Abi Thalib pun menjawab:
قال حبيباي وعماك ابوبكر وعمر اماما الهدى وشيخا الاسلام ورجلا قريش والمقتدي بهما بعد رسول الله ﷺ من اقتدى بهما عصم ومن اتبع آثارهما هدى الي صراط مستقيم
“Mereka adalah dua orang yang kucintai dan merupakan kedua pamanmu, yaitu Abu Bakar dan ‘Umar; dua orang pemimpin yang mendapat petunjuk, dua Syekhul Islam, dua orang Quraisy yang menjadi panutan setelah Rasulullah ﷺ. Siapa yang meneladani keduanya, niscaya mendapatkan perlindungan. Dan siapa yang mengikuti jejak keduanya, niscaya mendapat petunjuk menuju jalan yang lurus.” (Talkhish Asy-Syafi juz 2)
Apakah ini pujian atau ujaran kebencian?
Selain itu, ‘Ali bin Abi Thalib memiliki dua anak yang bernama Abu Bakar dan ‘Umar. Yang menjadi pertanyaan:
Apa mungkin seorang ayah menamai anaknya dengan nama musuhnya dan nama orang yang sangat ia benci?
Atau justru akan menamai anaknya dengan nama orang yang sangat ia cintai dan ia kagumi?
“Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.” (QS. Al-Baqarah: 269)
Siberut, 12 Sya’ban 1443
Abu Yahya Adiya






