Siapakah Golongan Yang Mendapat Pertolongan?

Siapakah Golongan Yang Mendapat Pertolongan?

Siapakah golongan yang ditolong Allah? Siapakah golongan yang mendapatkan pertolongan Allah?

Nabi ﷺ bersabda:

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِك

“Akan selalu ada dari umatku sekelompok orang yang tegak membela kebenaran. Tidak akan merugikan mereka sedikit pun orang-orang yang menghinakan mereka sampai datang keputusan Allah, sedangkan mereka dalam keadaan demikian.” (HR. Muslim)

Dan beliau juga ﷺ bersabda:

إِذَا فَسَدَ أَهْلُ الشَّامِ فَلَا خَيْرَ فِيكُمْ، وَلَنْ تَزَالَ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي مَنْصُورِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

“Jika penduduk Syam telah rusak, maka tak ada lagi kebaikan di antara kalian. Dan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang mendapat pertolongan. Tidak membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka, sehingga datang hari kiamat.” (HR. Ahmad)

Siapakah orang-orang yang tidak akan merugikan mereka sedikit pun orang-orang yang menghinakan mereka?

Dan siapakah orang-orang yang mendapat pertolongan, dan tidak membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka?

Imam Ibnul Mubarak berkata:

هُمْ عِنْدِي أَصْحَابُ الْحَدِيثِ

“Menurutku, mereka adalah para ahli hadis.” (Syaraf Ashhabil Hadits)

Imam Al-Bukhari menjelaskan:

قَالَ عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ: هُمْ أَصْحَابُ الْحَدِيثِ

“Menurut ‘Ali bin Al-Madini mereka adalah para ahli hadis.” (Syaraf Ashhabil Hadits)

Imam Ahmad bin Hanbal berkata:

إِنْ لَمْ يَكُونُوا أَصْحَابَ الْحَدِيثِ فَلَا أَدْرِي مَنْ هُمْ؟

“Jika mereka bukan para ahli hadis, maka aku tidak tahu lagi siapa sebenarnya mereka itu.” (Syaraf Ashhabil Hadits)

Kenapa para ahli hadis memiliki kedudukan demikian mulia?

 

  1. Mereka sangat mengerti tentang sunnah Nabi ﷺ.
    Syekh Muhammad bin Jamil Zainu berkata:

إن أهل الحديث هم بحكم اختصاصهم في دراسة السنة و ما يتعلق بها أعلم الناس قاطبة بسنة نبيهم ﷺ وهديه وأخلاقه وغزواته و ما يتصل بها

“Ahli hadis dengan spesialisasi mereka dalam mempelajari sunnah dan hal-hal yang berkaitan dengannya adalah orang yang paling tahu tentang sunnah nabi mereka ﷺ, petunjuknya, akhlaknya, peperangannya dan hal yang berkaitan dengan sunnahnya.” (Minhaj Al-Firqah An-Najiyah wa Ath-Thaifah Al-Manshurah)

 

  1. Mereka hanya fanatik kepada Nabi ﷺ.

Syekh Muhammad bin Jamil Zainu berkata:

فأهل الحديث – حشرنا الله معهم – لا يتعصبون لقول شخص معين مهما علا وسما حاشا محمدا ﷺ

“Ahli hadits-semoga Allah mengumpulkan kita bersama mereka-tidak fanatik kepada pendapat orang tertentu, betapa pun tingginya ia, kecuali Muhammad ﷺ.

بخلاف غيرهم ممن لا ينتمي إلى أهل الحديث و العمل به فإنهم يتعصبون لأقوال أئمتهم – و قد نهوا عن ذلك – كما يتعصب أهل الحديث لأقوال نبيهم

Berbeda halnya dengan selain mereka yaitu orang-orang yang tidak berpihak kepada ahli hadis dan tidak mengamalkannya, karena sesungguhnya mereka fanatik kepada pendapat pemimpin mereka-padahal mereka sudah dilarang dari perbuatan itu-sebagaimana ahli hadis fanatik kepada ucapan nabi mereka.

فلا عجب أن يكون أهل الحديث هم الطائفة المنصورة والفرقة الناجية!

Makanya tidaklah mengherankan kalau ahli hadis adalah golongan yang ditolong dan selamat!” (Minhaj Al-Firqah An-Najiyah wa Ath-Thaifah Al-Manshurah)

 

  1. Mereka membela hadis-hadis Nabi ﷺ.

Seorang mengaku muslim tapi menolak ayat Al-Quran, itu tidak ada, atau jarang ada.

Adapun seorang mengaku muslim, tapi menolak hadis Nabi? Itu ada, bahkan banyak!

Ada orang yang mengaku muslim, tapi menolak hadis Nabi ﷺ dengan akalnya.

Ada orang yang mengaku muslim, tapi menolak hadis Nabi ﷺ dengan perasaannya.

Ada orang yang mengaku muslim, tapi menolak hadis Nabi ﷺ dengan hawa nafsunya.

Karena itulah, para ahli hadis bangkit membela hadis Nabi ﷺ dari serangan orang-orang yang ingin meruntuhkannya.

Al-Khotib Al-Baghdadi berkata:

ولو أن صاحب الرأي شُغل بما ينفعه من العلوم ، و طلب سنن رسول رب العالمين لوجد ما يغنيه عن سواه

“Seandainya ahli rakyu disibukkan dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat, dan mencari sunah-sunah Rasulullah, niscaya ia mendapatkan sesuatu yang membuatnya tidak membutuhkan lagi selain hadis.

لأن الحديث يشتمل على معرفة أصول التوحيد ، و بيان ما جاء من وجوه الوعد و الوعيد ، و صفات رب العالمين ، و الإخبار عن صفة الجنة و النار ، و ما أعد الله فيها للمتقين و الفجار ، و ما خلق الله في الأرضين و السموات … و في الحديث قصص الأنبياء و أخبار الزهاد و الأولياء و المواعظ البلغاء ، و كلام الفقهاء ، و خطب الرسول و معجزاته ، و فيه تفسير القرآن العظيم ، و ما فيه من النبأ و الذكر الحكيم ، و أقاويل الصحابة في الأحكام المحفوظة عنهم

Sebab, hadis mengandung pengetahuan pokok-pokok tauhid, penjelasan tentang janji dan ancaman, sifat-sifat Tuhan semesta alam, kabar tentang sifat surga dan neraka, apa yang Allah janjikan di dalamnya bagi orang-orang yang bertakwa dan pendosa, apa yang Allah ciptakan di bumi dan langit….dan dalam hadis terdapat kisah-kisah para nabi, kabar orang-orang zuhud, para wali, nasehat-nasehat yang membekas, perkataan fukaha, khutbah-khutbah rasul dan berbagai mukjizatnya. Dan di dalam hadis juga terdapat tafsir Al-Quran dan berita serta peringatan yang penuh hikmah. Begitu juga pendapat para sahabat tentang berbagai hukum yang terjaga.

وقد جعل الله أهل “الحديث” أركان الشريعة ، و هدم بهم كل بدعة شنيعة

Sungguh, Allah telah menjadikan ahli hadis sebagai tiang pancang syariat. Melalui mereka, Allah menghancurkan segala bidah yang keji.

فهم أُمناء الله في خليقته والواسطة بين النبي و أمته والمجتهدون في حفظ متنه أنوارهم زاهرة وفضائلهم سائرة

Mereka itu orang-orang kepercayaan Allah pada umat-Nya, perantara antara Nabi dengan umat-Nya, yang bersungguh-sungguh dalam menjaga pokok agama-Nya. Cahaya mereka berkilau dan kemuliaan mereka selalu mengalir.

وكل فئة تتحيّز إلى هوى ترجع إليه ، و تستحسن رأيا تعكف عليه سوى أصحاب الحديث

Setiap kelompok berpihak kepada hawa nafsu, mereka kembali kepadanya dan menganggap baik pemikiran yang mereka yakini kecuali ahli hadis.

الكتاب عُدتهم و السنة حُجتهم و الرسول فِئتهم و إليه نسبتهم لا يلتفتون إلى الآراء

Al-Quran adalah perbekalan mereka, dan sunnah adalah hujah mereka. Rasul adalah kelompok mereka dan kepadanyalah mereka berpihak. Mereka tidak menengok pendapat-pendapat manusia.

من كابدهم قصمه الله ومن عاداهم خذله الله

Siapa yang menganiaya mereka, maka Allah akan membinasakannya. Dan siapa yang memusuhi mereka, maka Allah akan menyengsarakannya.” (Syaraf Ashhabil Hadits)

Inilah keutamaan ahli hadis. Begitu mulia. Karena itu, tidaklah salah jika Syekh Muhammad bin Jamil Zainu berdoa:

اللهم اجعلنا من أهل الحديث  و ارزقنا العمل به ومحبة أهله ومناصرة العاملين به

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk kelompok ahli hadis. Berilah kami rezeki untuk bisa mengamalkan hadis, mencintai ahli hadis dan bisa membantu orang-orang yang mengamalkan hadis.” (Minhaj Al-Firqah An-Najiyah wa Ath-Thaifah Al-Manshurah)

 

Siberut, 22 Jumada Ats-Tsaniyah 1443

Abu Yahya Adiya