Sunah-Sunah Wudu

Jika kita berwudu, dan melaksanakan rukun-rukunnya, maka teranggap sahlah wudu kita. Setelah itu, kita boleh melaksanakan salat apa pun yang kita suka.

Tapi, apakah yang kita inginkan sekadar wudu yang sah?  Atau kita juga menginginkan pahala yang berlimpah?

Kalau ingin bertambah pundi-pundi amalmu, jangan cukupkan dengan rukun wudu. Perbanyaklah pahalamu dengan mengerjakan sunnah-sunnah wudu.

Apa sajakah sunnah-sunnah wudu itu?

 

1. Menggosok gigi.

Nabi ﷺ bersabda:

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

“Kalaulah tidak memberatkan umatku, tentulah kusuruh mereka agar menggosok gigi pada tiap kali berwudu‌.” (HR. Bukhari)

 

2. Mengucapkan bismillah.

Anas bin Malik رضي الله عنه berkata :

طَلَبَ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺ وَضُوءًا. فَقَالَ: رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

“Sebagian sahabat Nabi ﷺ mencari air untuk wudu, maka Rasulullah ﷺ pun bertanya:

هَلْ مَعَ أَحَدٍ مِنْكُمْ مَاءٌ؟

“Apakah ada air pada salah seorang dari kalian?”

فَوَضَعَ يَدَهُ فِي الْمَاءِ وَيَقُولُ:

Maka beliau pun meletakkan tangannya ke dalam air tersebut dan berkata:

تَوَضَّئُوا بِسْمِ اللَّهِ

“Berwudulah dengan nama Allah!” (HR. An-Nasai)

Berwudulah dengan nama Allah maksudnya yaitu berwudulah dengan mengucapkan bismillah.

 

3. Mencuci telapak tangan 3 kali sebelum memulai wudu.

Humran Maula ‘Utsman bin ‘Affan berkata:

رَأَيْتُ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تَوَضَّأَ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ ثَلَاثًا فَغَسَلَهُمَا…

“Aku melihat ‘Utsman berwudu. Ia menuangkan air pada kedua tangannya lalu mencuci keduanya sebanyak tiga kali…”

Di akhir hadis, setelah menyelesaikan wudu, ‘Utsman berkata:

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي

“Aku menyaksikan Rasulullah ﷺ berwudu seperti wuduku ini.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

4. Istinsyaq (menghirup air ke hidung) dan berkumur-kumur.

Nabi ﷺ bersabda:

وبالغ في الاستنشاق إلا أن تكون صائما

“Bersungguh-sungguhlah dalam memasukkan air ke dalam hidung, kecuali jika engkau dalam keadaan berpuasa.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Nasai, dan Ibnu Majah)

Dan Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا تَوَضَّأْتَ فَمَضْمِضْ

“Kalau engkau berwudu, maka berkumur-kumurlah.” (HR. Abu Daud)

 

5. Mendahulukan anggota wudu yang kanan sebelum yang kiri.

Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا تَوَضَّأْتُمْ فَابْدَءُوا بِمَيَامِنِكُمْ

“Jika kalian berwudu, maka mulailah dengan anggota wudu yang sebelah kanan kalian.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah)

Bahkan, mendahulukan anggota badan yang kanan merupakan sunah dalam segala hal.

‘Aisyah berkata:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi ﷺ suka untuk mendahulukan anggota yang kanan dalam hal memakai sandal, menyisir, bersuci, dan dalam segala hal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

6. Mencuci anggota wudu lebih dari satu kali.

Adapun mencuci sekali, itu sebagaimana disebutkan dalam Shahih Bukhari dari Ibnu ‘Abbas. Ia berkata:

تَوَضَّأَ النَّبِيُّ ﷺ مَرَّةً مَرَّةً

“Nabi ﷺ berwudu sekali-sekali.”

Sedangkan mencuci dua kali, itu sebagaimana dalam Shahih Bukhari dari ‘Abdullah bin Zaid. Ia menyebutkan bahwa Nabi berwudu dua kali-dua kali.

Sedangkan mencuci tiga kali, itu sebagaimana dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari ‘Utsman bin ‘Affan. Ia menyebutkan bahwa Nabi berwudu tiga kali-tiga kali.

Imam Bukhari berkata:

وَبَيَّنَ النَّبِيُّ ﷺ أَنَّ فَرْضَ الوُضُوءِ مَرَّةً مَرَّةً، وَتَوَضَّأَ أَيْضًا مَرَّتَيْنِ وَثَلاَثًا، وَلَمْ يَزِدْ عَلَى ثَلاَثٍ، وَكَرِهَ أَهْلُ العِلْمِ الإِسْرَافَ فِيهِ، وَأَنْ يُجَاوِزُوا فِعْلَ النَّبِيِّ ﷺ

“Nabi ﷺ menjelaskan bahwa kewajiban wudu itu sekali-sekali. Beliau juga berwudu dua kali-dua kali, tiga kali-tiga kali,dan tidak lebih dari tiga kali. Para ulama tidak menyukai berlebihan dalam berwudu, dan melebihi apa yang dilakukan oleh Nabi ﷺ.” (Shahih Bukhari)

 

7. Menyelatkan air ke jenggot yang lebat.

Anas bin Malik menyaksikan Nabi ﷺ jika berwudu, beliau mengambil air sepenuh telapak tangannya, kemudian memasukkannya ke bawah dagunya, lalu menyelatkannya pada jenggotnya dan beliau ﷺ bersabda:

هَكَذَا أَمَرَنِي رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ

“Demikianlah Tuhanku menyuruhku.” (HR. Abu Daud)

 

8. Menyelatkan air ke sela-sela jari tangan dan kaki.

Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا تَوَضَّأْتَ فَخَلِّلْ بَيْنَ أَصَابِعِ يَدَيْكَ وَرِجْلَيْكَ

“Kalau engkau berwudu, maka selatkanlah air di sela-sela jari-jari tangan dan kakimu.” (HR. Tirmidzi)

 

9. Menghemat air wudu.

Anas bin Malik berkata:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ، وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ، إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ

“Nabi ﷺ berwudu dengan satu mud dan mandi dengan 1 sha’ hingga 5 mud.” (HR. Bukhari dan Muslim)

1 mud sekitar setengah liter.

 

10. Berdoa setelah wudu.

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ:

“Siapa yang berwudu dan menyempurnakannya, lalu ia berdoa:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ

“Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang yang mensucikan diri.”

فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

Melainkan dibukakan untuknya delapan pintu surga. Ia bisa memasukinya dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” (HR. Tirmidzi)

Itulah beberapa sunnah wudu yang perlu kita perhatikan.

Siapa yang melaksanakannya, maka beruntunglah ia, karena banyak pahala yang ia dapatkan.

Akan tetapi, siapa yang meninggalkannya, maka merugilah ia, karena banyak pahala yang ia lewatkan.

 

Siberut, 17 Muharrram 1442

Abu Yahya Adiya

 

Sumber:

  1. 1. Ad-Darari Al-Mudhiyyah Syarh Ad-Durar Al-Bahiyyah karya Imam Asy-Syaukani.
  2. Shahih Fiqh As-Sunnah karya Abu Malik Kamal bin As-Sayyid.