Umat Sepakat Sesat?

Umat Sepakat Sesat?

Apakah sekarang adalah zaman fitnah?

Ya, bisa kita katakan bahwa sekarang adalah zaman fitnah, baik fitnah syubhat maupun fitnah syahwat.

Telah terjadi degradasi moral dan agama pada umat ini, terutama pada bangsa kita ini.

Dulu kita belum pernah (atau jarang) mendengar ada orang yang mengaku muslim berani menyatakan bahwa Al-Quran perlu direvisi, tapi sekarang?

Dulu kita belum pernah (atau jarang) mendengar ada orang yang mengaku muslim ikut merayakan hari raya orang kafir, tapi sekarang?

Dulu kita belum pernah (atau jarang) mendengar orang yang diulamakan korupsi, tapi sekarang?

Dulu kita belum pernah (atau jarang) mendengar ada orang-orang gay berani melakukan pesta seks, tapi sekarang?

Ketika melihat kondisi bangsa dan umat yang terus memburuk, mungkin saja muncul di kepala kita, “Apa mungkin suatu saat semua orang akan seperti itu?”

Secara individu, memang tidak ada orang yang selamat dari kesalahan sama sekali. Tidak ada orang yang selamat dari penyimpangan sama sekali. Namun secara keseluruhan?

Nabi ﷺ bersabda:

سَأَلْتُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لَا يَجْمَعَ أُمَّتِي عَلَى ضَلَالَةٍ فَأَعْطَانِيهَا

“Aku memohon kepada Allah agar umatku tidak bersepakat di atas kesesatan, maka Allah pun memenuhi permohonanku itu.” (HR. Ahmad)

Ya, tidak mungkin umat ini seluruhnya terjatuh dalam kemusyrikan.

Tidak mungkin seluruhnya terjatuh dalam bidah.

Tidak mungkin seluruhnya terjatuh dalam maksiat.

Tidak mungkin mereka semua menyimpang dan sesat!

Syekh Nashir Al-‘Aql berkata:

فعلى هذا فإن الأمة لا تقع جميعها في الباطل، لكن تقع طوائف منها في الأهواء والبدع والافتراق، وهذا لا يتنافى مع عصمتها، حتى لو أن أكثرية الأمة وقعت في الأهواء والبدع والفرق فلابد أن تبقى طائفة منها على الحق.

Karena itu, umat ini tidak mungkin semuanya terjatuh dalam kesesatan. Namun, sebagian kelompok darinya terjatuh ke dalam kesesatan, bidah, dan perpecahan. Dan itu tidak bertentangan dengan terjaganya umat ini secara keseluruhan dari kesalahan. Sampai sekalipun kebanyakan umat ini terjatuh dalam kesesatan, bidah, dan perpecahan, maka mesti tersisa sekelompok darinya yang tetap berada di atas kebenaran. (Mujmal Ushul Ahlissunnah wa Al-Jama’ah)

Ya, separah apa pun kondisi umat, tidak mungkin kebenaran hilang dari muka bumi.

Mesti ada orang yang tetap berpegang teguh pada kebenaran. Pasti akan tetap ada orang yang mengusung kebenaran. Baik kita ketahui maupun tidak. Baik kita sadari maupun tidak.

Dan mereka itulah yang disinggung oleh Nabi ﷺ dalam sabdanya:

وَلَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ

“Akan selalu ada dari umatku sekelompok orang yang tegak membela kebenaran. Tidak akan merugikan mereka sedikit pun orang-orang yang bertentangan dengan mereka sampai datang keputusan Allah.” (HR. Abu Daud)

Siapakah mereka itu?

Imam Ahmad bin Hanbal berkata:

إِنْ لَمْ يَكُونُوا أَهْلَ الْحَدِيثِ فَلَا أَدْرِي مَنْ هُمْ

Kalau mereka itu bukan ahli hadis, maka aku tidak tahu siapa lagi mereka itu? (Fathul Bari)

Al-Qadhi ‘Iyadh berkata:

إِنَّمَا أَرَادَ أَحْمَدُ أَهْلَ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ وَمَنْ يَعْتَقِدُ مَذْهَبَ أَهْلِ الْحَدِيثِ

Maksud Ahmad yaitu Ahlussunnah wal Jama’ah dan orang yang meyakini keyakinan ahli hadis. (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj)

Kita memohon kepada Allah agar kita termasuk mereka di sepanjang hidup kita, dan hingga akhir hayat kita.

 

Siberut, 12 Jumada Al-Ulaa 1442

Abu Yahya Adiya