Orang yang Paling Durhaka dan Menderita

Orang yang Paling Durhaka dan Menderita

Siapakah orang yang paling tidak tahu diri?

Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Seluruh makhluk, baik jin dan manusia, tidaklah diciptakan kecuali untuk menyembah Allah. Beribadah kepada Allah.

Karena itu, orang yang menyekutukan Allah adalah orang yang sangat tidak tahu diri. Ia diciptakan untuk beribadah kepada Allah, tetapi ia malah beribadah kepada selain Allah!

Padahal, Allah sangat tidak rela jika dipersekutukan dengan apa pun dan dengan siapa pun, baik dengan seorang malaikat yang terdekat atau dengan seorang nabi yang mendapat wahyu ilahi!

Allah berfirman:

وأن المساجد لله فلا تدعوا مع الله أحدا

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu kepunyaan Allah, karena itu janganlah kalian menyembah apa pun di dalamnya selain Allah.” (QS. Al-Jin: 18)

Kalau memang Allah menciptakan kita untuk beribadah kepada-Nya, dan Dia tidak rela jika kita menyekutukan-Nya, maka buat apa kita tunduk kepada jin?

Buat apa kita menyandarkan hidup kepada batu, jimat, dan pohon tertentu?

Untuk apa kita menghinakan diri kepada penghuni kubur?

Apakah semua itu bisa memberikan manfaat dan madarat?

Allah berfirman:

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Dia menghendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus: 107)

 

Kerugian Akibat Syirik

Nabi ﷺ bersabda:

لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ، وَشَارِبَهَا، وَسَاقِيَهَا، وَبَائِعَهَا، وَمُبْتَاعَهَا، وَعَاصِرَهَا، وَمُعْتَصِرَهَا، وَحَامِلَهَا، وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ

“Allah telah melaknat khamar, orang yang meminumnya, yang menuangkannya, penjualnya, pembelinya, pemerasnya, orang yang meminta untuk diperaskan, pembawanya (kurir), serta orang yang memesannya.” (HR. Abu Daud)

Peminum minuman keras, penjualnya, pembawanya, pembelinya, dan segala yang berhubungan dengannya akan dilaknat oleh Allah. Nah, kalau semua orang tadi terlaknat, apalagi pelaku syirik. Tentu lebih terlaknat lagi!

Suatu malam Nabi ﷺ bermimpi didatangi oleh dua orang yang mengajak beliau pergi ke suatu tempat.

Berangkatlah beliau bersama dua orang itu hingga sampai ke suatu tempat dan menemukan bangunan semacam tungku api.

Terdengarlah suara gaduh, teriakan dan jeritan yang mengerikan dari dalam tungku itu.

Nabi ﷺ menengok ke dalamnya, ternyata di situ ada kumpulan laki-laki dan perempuan yang telanjang. Mereka disambar oleh api yang ada di bawah mereka.

Setiap kali api menyambar, mereka berteriak dan menjerit kesakitan.

Melihat pemandangan yang mengerikan seperti itu, Nabi ﷺ pun terkejut lalu bertanya:

مَا هؤلاءِ؟

“Siapa mereka itu?”

Di akhir hadis dua orang itu mengabarkan kepada Nabi ﷺ:

وأمَّا الرِّجالُ والنِّساءُ العُراةُ الَّذِينَ هُمْ في مِثل بِناءِ التَّنُّورِ، فإنَّهم الزُّناةُ والزَّواني

“Adapun para laki-laki dan perempuan telanjang yang berada di dalam bangunan semacam tungku, maka itu adalah para pezina lelaki dan perempuan.” (HR. Bukhari)

Para pezina akan mendapat siksa keras di hari kiamat nanti.

Nah, kalau pezina saja akan sangat tersiksa dan menderita di hari kiamat nanti, apalagi pelaku syirik. Tentu lebih tersiksa dan menderita lagi!

Kalau demikian, pelaku syirik lebih terkutuk dan lebih tersiksa daripada pezina, pemabuk, dan pelaku maksiat lainnya.

Karena itu, orang yang percaya kepada perdukunan lebih buruk dibandingkan orang yang memakan riba.

Orang yang memakai jimat lebih parah daripada orang yang meminum minuman keras.

Orang yang menghinakan dirinya kepada penghuni kubur lebih rusak daripada orang yang berzina.

Siapa pun yang bergelimang syirik, maka ia lebih durhaka daripada pelaku maksiat lainnya. Selain itu, nasibnya pun lebih menderita daripada pelaku maksiat lainnya.

Mengapa begitu?

Sebab, ia telah melakukan dosa yang sangat besar, paling besar, dan jauh lebih besar daripada dosa-dosa besar lainnya!

Saking besarnya dosa syirik sampai-sampai pelakunya tidak diampuni oleh Allah bila mati dalam keadaan belum bertaubat darinya.

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain (syirik) itu, bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh, ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisaa: 48)

Dan saking besarnya dosa syirik, sampai-sampai pelakunya akan kekal di neraka selama-lamanya.

Allah berfirman:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang menyekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan atasnya surga, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al-Maidah: 72)

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ لَقِيَ اللهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ دَخَلَ النَّارَ

“Siapa yang bertemu Allah dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun, maka ia akan masuk surga. Sedangkan siapa yang bertemu Allah dalam keadaan berbuat syirik, maka ia akan masuk neraka.” (HR. Muslim)

 

Siberut, 23 Syawwal 1441

Abu Yahya Adiya