Kotoran Para Imam

Kotoran Para Imam

Najis!

Tentu itulah jawaban kita ketika ditanya tentang status kotoran dan air seni seorang insan, siapa pun ia, setinggi apa pun kedudukannya.

Namun, yang demikian-menurut kaum Syiah-tidak berlaku bagi imam-imam mereka.
Seorang tokoh Syiah, Ayatullah Mullah Zainal ‘Abidin Al-Kalbayakani menyebutkan:

ليس في بول الأئمة وغائطهم استخباث ولا نتن ولا قذارة بل هما كالمسك الأذفر، بل من شرب بولهم وغائطهم ودمهم يحرم الله عليه النار واستوجب دخول الجنة

“Tidak ada sesuatu yang menjijikkan, busuk, atau kotor pada air seni dan kotoran para imam. Bahkan, keduanya seperti minyak kesturi yang wangi. Malah, siapa yang meminum air seni, tinja, dan darah mereka, maka Allah mengharamkan baginya neraka dan memutuskannya masuk surga.” (Anwar Al-Wilayah)

Seorang tokoh Syiah, Abu Ja’far berkata:

للإمام عشر علامات: يولد مطهرا مختونا وإذا وقع على الأرض وقع على راحته رافعا صوته بالشهادتين ولا يجنب، وتنام عينه ولا ينام قلبه، ولا يتثاءب ولا يتمطى ويرى من خلفه كما يرى من أمامه، ونجوه (فساؤه وضراطه وغائطه) كريح المسك

“Seorang imam memiliki sepuluh tanda: ia lahir dalam keadaan suci, sudah disunat, dan jika berpijak di tanah, maka ia bertumpu pada telapak tangannya sambil mengeraskan dua kalimat syahadat dengan suaranya, ia tidak junub,  tidur matanya tetapi tidak tidur hatinya, ia tidak menguap, tidak sombong, dan ia melihat orang yang ada di belakangnya seperti melihat orang yang ada di depannya, apa yang keluar darinya (kentutnya dan kotorannya) seperti aroma minyak kesturi.” (Al-Kafi)

Mungkin karena perkataan inilah orang-orang Syiah sampai rela menelan dan melumuri diri mereka dengan kotoran imam mereka. lihat: https://youtu.be/T1rlVHNo4gA

Apakah ini selaras dengan ajaran Islam?

Apakah ini selaras dengan sunnah Nabi?

Apakah ini selaras dengan akal sehat?

Bersyukurlah kepada Allah atas nikmat Islam, Sunnah, dan akal sehat!

 

Siberut, 13 Dzulqa’dah 1443

Abu Yahya Adiya

 

Sumber: http://www.saaid.net/Doat/dimashqiah/5.htm