Sikap Berlebihan dalam Dalail Al-Khairat

Sikap Berlebihan dalam Dalail Al-Khairat

Memuji Nabi ﷺ adalah perbuatan terpuji dan disyariatkan. Adapun berlebihan dalam memuji Nabi ﷺ, maka itu tercela dan diharamkan.

Nabi ﷺ bersabda:

لاَ تُطْرُونِي، كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ

“Janganlah kalian berlebihan dalam memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani berlebihan dalam memuji ‘Isa bin Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka katakanlah: hamba Allah dan rasul-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kitab Dalail Al-Khairat karya Muhammad Al-Jazuli termasuk kitab yang banyak tersebar di tengah kaum muslimin. Banyak di antara mereka yang membacanya dan mempraktekkan isinya tanpa meneliti kandungannya.

Padahal, kalau kita mau meneliti isi kitab tersebut, niscaya kita mendapati di dalamnya berbagai perkara yang membuat dahi kita berkerut, di antaranya sikap berlebihan terhadap Nabi ﷺ yang tentu saja tidak beliau ridai.

Apa contohnya?

Muhammad Al-Jazuli menyebutkan dalam kitab tersebut:

اللَّهمَّ صلِّ على محمد وعلى آل محمد حتى لا يبقى من الصلاة شيءٌ، وارحم محمداً وآل محمدٍ حتى لا يبقى من الرحمةِ شيءٌ، وبارِك على محمد وعلى آل محمد حتى لا يبقى من البركة شيءٌ وسلِّم على محمد وعلى آل محمد حتى لا يبقى من السلام شيءٌ

“Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad hingga tidak tersisa sedikit pun salawat. Rahmatilah Muhammad dan keluarga Muhammad hingga tidak tersisa sedikit pun rahmat. Berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad hingga tidak tersisa sedikit pun berkat. Dan berikanlah keselamatan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad hingga tidak tersisa sedikit pun keselamatan.”

Hingga tidak tersisa sedikit pun salawat, rahmat, berkat, dan keselamatan?

Syekh ‘Abdul Muhsin Al-‘Abbad berkata:

فإنَّ قولَه: (حتى لا يبقى من الصلاة والرحمة والبركة والسلام شيء) ، مِن أسوإِ الكلام وأبطلِ الباطلِ؛ لأنَّ هذه الأفعالَ لا تنتهي، وكيف يقول الجزولي: حتى لا يبقى من الرحمة شيء، والله تعالى يقول: {وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ} ؟!

“Sesungguhnya perkataannya, ‘Hingga tidak tersisa sedikit pun salawat, rahmat, berkat, dan keselamatan’, ini termasuk perkataan yang sangat buruk dan kebatilan yang sangat batil. Karena, perbuatan-perbuatan itu tidak terhenti. Bagaimana bisa Al-Jazuli berkata, ‘Hingga tidak tersisa sedikit pun rahmat’, padahal Allah telah berfirman, ‘Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu’?!” (Ar-Radd ‘Alaa Ar-Rifa’i wa Al-Buthi)

Dan Muhammad Al-Jazuli menyebutkan juga dalam kitabnya itu:

اللهم صل على محمد ما سجعت الحمائم ونفعت التمائم

“Ya Allah, limpahkanlah keberkahan untuk Muhammad selama burung-burung merpati berkicau dan jimat-jimat bermanfaat.”

Padahal, Nabi ﷺ telah bersabda:

مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“Siapa yang menggantungkan jimat, maka sungguh, ia telah berbuat syirik.” (HR. Ahmad)

Dan masih banyak lagi sikap berlebihan terhadap Nabi ﷺ yang ada dalam kitab itu. Karenanya, apa sikap muslim yang seharusnya terhadap kitab tersebut?

فعليه لا يغتر بهذا الكتاب

“Hendaknya ia tidak tertipu oleh kitab tersebut!” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah)

 

Siberut, 7 Shafar 1444

Abu Yahya Adiya