Apa Status 72 Sekte?

Apa Status 72 Sekte?

“Seluruhnya di neraka kecuali satu!”

Demikianlah Nabi ﷺ mengabarkan perpecahan yang terjadi pada umatnya sepeninggalnya. Beliau ﷺ mengabarkan bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan. Seluruh golongan itu akan masuk neraka kecuali satu.

Pernyataan beliau ﷺ itu membuat penasaran para sahabatnya. Karena itu mereka bertanya:

وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟

“Siapa yang satu itu wahai Rasulullah?”

Beliau ﷺ menjawab:

مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي

“Yang mengikuti aku dan para sahabatku.” (HR. Tirmidzi dan lain-lain)

Dalam riwayat lain Nabi ﷺ ditanya tentang siapa yang satu itu. Maka beliau ﷺ pun menjawab, “Al-Jama’ah.”

Yang dimaksud dengan yang mengikuti aku dan para sahabatku dan Al-Jamaah adalah Ahlussunnah wal Jama’ah.

Syekh ‘Abdul ‘Aziz Ar-Rajhi berkata:

فهذا فيه تحذير من الفرق الضالة، وفيه أن أهل السنة والجماعة هم أهل الحق.

“Dalam hadis ini terdapat peringatan dari golongan-golongan sesat dan di dalamnya ada keterangan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah adalah golongan yang berada di atas kebenaran.” (Syarh Al-Iqtishad Fii Al-I’tiqad)

Syekh juga berkata:

فهذه الفرق كلها من الفرق المبتدعة متوعدة بالنار إلا واحدة وهي الجماعة، وهم أهل السنة والجماعة، وهم الفرقة الناجية، وهم أهل الحق

“Semua golongan ini termasuk golongan ahli bidah yang terancam masuk neraka kecuali satu yaitu Al-Jama’ah. Mereka itu adalah Ahlussunnah wal Jama’ah. Dan mereka itu adalah golongan yang selamat dan merekalah yang berada di atas kebenaran.” (Syarh Kitab As-Sunnah Lilbarbahari)

Lantas, kenapa golongan-golongan selain Ahlussunnah wal Jama’ah terancam masuk neraka?

Syekh Abu Al-Asybal Hasan Az-Zuhairi berkata:

فالمعلوم قطعاً أن هذه الفرق إنما خالفوا في أصل الدين

“Telah diketahui secara pasti bahwa golongan-golongan ini melakukan penyelisihan dalam masalah pokok agama.” (Syarh Kitab Al-Ibanah Min Ushul Ad-Diyanah)

Ya, karena penyimpangan dalam masalah pokok agamalah, mereka menjadi sesat lalu terancam masuk neraka.

Kalau memang mereka terancam masuk neraka, lalu apakah mereka kafir dan telah keluar dari Islam?

Imam Al-Baihaqi berkata:

قَالَ أَبُو سُلَيْمَانَ الْخَطَّابِيُّ رَحِمَهُ اللهُ فِيمَا بَلَغَنِي عَنْهُ

“Abu Sulaiman Al-Khaththabi-semoga Allah merahmatinya-berkata sebagaimana yang sampai darinya kepadaku:

قَوْلُهُ: ” سَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً ” فِيهِ دَلَالَةٌ عَلَى أَنَّ هَذِهِ الْفِرَقَ كُلَّهَا غَيْرُ خَارِجِينَ مِنَ الدِّينِ , إِذِ النَّبِيُّ ﷺ جَعَلَهُمْ كُلَّهُمْ مِنْ أُمَّتِهِ

“Dalam sabda Nabi ﷺ: ‘Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan’ terdapat dalil yang menunjukkan bahwa semua golongan ini tidak keluar dari agama. Sebab, Nabi ﷺ menjadikan mereka semua termasuk umatnya.” (As-Sunan Al-Kubra)

Syekh ‘Abdul ‘Aziz Ar-Rajhi berkata:

والصواب: أن هذه الفرق كلها من فرق الأمة وأنها ليست كافرة، بل هي من الفرق المبتدعة، ولهذا قال العلماء: إن الجهمية والقدرية الذين ينكرون صفة العلم خارجون من الثنتين والسبعين فرقة المذكورة في الحديث لكفرهم وضلالهم، فدل على أن هذه الفرق ليست خارجة من الإسلام وإنما هي مبتدعة، والذين على الحق هم أهل السنة والجماعة.

“Yang benar yakni semua golongan tadi masih termasuk umat ini dan bukan kafir. Bahkan, semua golongan tadi termasuk golongan ahli bidah. Karena itu, para ulama berkata bahwa golongan Jahmiyyah dan Qadariyyah yang mengingkari sifat pengetahuan bagi-Nya keluar dari 72 golongan yang disebutkan dalam hadis karena kekafiran dan kesesatan mereka. Itu menunjukkan bahwa golongan-golongan lain tidak keluar dari Islam, akan tetapi mereka adalah golongan ahli bidah. Dan yang berada di atas kebenaran adalah Ahlussunnah wal Jama’ah.” (Syarh Al-Iqtishad Fii Al-I’tiqad)

 

Adakah Golongan dari Umat Ini Yang Kafir?

Ya, adakah golongan atau sekte yang muncul sepeninggal Nabi ﷺ dari umat ini dan mereka keluar dari Islam?

Ucapan Syekh ‘Abdul ‘Aziz Ar-Rajhi tadi: “Para ulama berkata bahwa golongan Jahmiyyah dan Qadariyyah yang mengingkari sifat pengetahuan bagi-Nya keluar dari 72 golongan yang disebutkan dalam hadis karena kekafiran dan kesesatan mereka.”

Ini menunjukkan bahwa golongan Jahmiyyah dan Qadariyyah telah kafir dan tidak termasuk 72 golongan dari umat ini yang terancam masuk neraka.

Yang dimaksud dengan golongan Qadariyyah yang kafir adalah yang disebutkan Syekh tadi yakni Qadariyyah yang mengingkari sifat pengetahuan bagi Allah.

Dan mereka adalah Qadariyyah yang dahulu muncul di akhir era para sahabat Nabi ﷺ.

Lantas, apa sikap para ulama salaf terhadap 2 golongan tadi?

Abu Yusuf Al-Qadhi, sahabat dan murid terdekat Imam Abu Hanifah, berkata:

لَا أُصَلِّي خَلْفَ جَهْمِيٍّ، وَلَا رَافِضِيٍّ، وَلَا قَدَرِيٍّ

“Aku tidak akan bermakmum kepada seorang dari golongan Jahmiyyah, Syiah Rafidhah, dan Qadariyyah!” (Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunnah wa Al-Jama’ah)

Imam Malik berkata:

لَا يُصَلَّى خَلْفَ الْقَدَرِيَّةِ

“Jangan bermakmum kepada seorang dari golongan Qadariyyah!” (Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunnah wa Al-Jama’ah)

Imam Al-Lalakai berkata:

وَحَكَى الْمَازِنِيُّ عَنِ الشَّافِعِيِّ أَنَّهُ كَفَّرَهُمْ. وَعَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ طَهْمَانَ: الْقَدَرِيَّةُ كُفَّارٌ.

“Al-Mazini menghikayatkan dari Asy-Syafi’i bahwa ia mengafirkan golongan Qadariyyah. Dari Ibrahim bin Thahman bahwa ia berkata, ‘Golongan Qadariyyah adalah kafir.” (Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunnah wa Al-Jama’ah)

Imam Ibnul Qayyim menyebutkan tentang golongan Jahmiyyah:

ولقد تقلد كفرهم خمسون في … عشر من العلماء في البلدان

“Kekafiran mereka telah ditetapkan oleh lima ratus ulama…yang tersebar di berbagai negeri.

واللالكائي الإمام حكاه عنـ … ـهم بل حكاه قبله الطبراني

Imam Al-Lalakai menceritakan dari mereka…bahkan sebelumnya telah diceritakan oleh Ath-Thabrani.” (Al-Kafiyah Asy-Syafiyah Fii Al-Intishar Lilfirqah An-Najiyah)

Marilah kita menengok diri kita masing-masing, apakah kita yakin bahwa kita sudah berada di jalan Ahlussunnah wal Jamaah, golongan yang selamat?

Atau kita masih terseok-seok di jalan golongan ahli bidah sehingga terancam masuk neraka di akhirat?

 

Siberut, 6 Rabi’ul Awwal 1443

Abu Yahya Adiya