Ibnu Hajar Al-Haitami berkata:
وَصَحَّ عَن الْأَعْمَش أَنه قَالَ:
“Dan telah sahih dari Al-A’masy bahwasanya ia berkata:
تزور إِلَيْنَا جني فَقلت لَهُ:
“Ada seorang jin mengunjungi kami. Aku pun bertanya kepadanya:
مَا أحب الطَّعَام إِلَيْكُم.
“Apa makanan yang paling kalian sukai?”
قَالَ:
Jin itu menjawab:
الْأرز.
“Padi.”
قَالَ:
Al-A’masy berkata:
فأتيناهم بِهِ، فَجعلت أرى اللقم ترفع وَلَا أرى أحدا، فَقلت:
“Aku pun mendatangi orang-orang bersamanya, lalu aku melihat suapan makanan terangkat padahal aku tidak melihat seorang pun. Aku bertanya:
فِيكُم من هَذِه الْأَهْوَاء الَّتِي بَيْننَا؟
“Apakah di antara kalian ada juga para pengikut hawa nafsu seperti kami (manusia)?”
قَالَ:
Jin itu menjawab:
نعم،
“Ya, ada.”
قلت:
Aku pun bertanya:
فَمَا الرافضة فِيكُم؟
“Bagaimana kedudukan Syiah Rafidhah di sisi kalian?”
قَالَ:
Jin itu menjawab:
شَرنَا
“Mereka adalah kelompok yang paling buruk di antara kami.” (Fatawa Al-Haditsiyah hal 50)
Tentu saja kabar dari jin ini tidak bisa dijadikan sandaran untuk memvonis kesesatan Syiah.
Kita bisa memvonis kesesatan mereka dengan melihat langsung ajaran dan sepak terjang mereka, lalu melihat seberapa jauhnya itu dengan ajaran nabi kita.
Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:
ولهذا: كل من كان عن التوحيد والسنة أبعد، كان إلى الشرك والابتداع والافتراء أقرب كالرافضة الذين هم أكذب طوائف أهل الأهواء، وأعظمهم شركا
“Karena itu, setiap orang yang makin jauh dari tauhid dan sunnah, maka ia makin dekat kepada syirik, bidah, dan dusta. Seperti Syiah Rafidhah yang mana mereka adalah sekte sesat yang paling banyak berdusta dan paling besar kemusyrikan mereka.
فلا يوجد في أهل الأهواء أكذب منهم، ولا أبعد عن التوحيد منهم، حتى إنهم يخربون مساجد الله التي يذكر فيها اسمه فيعطلونها عن الجماعات والجمعات، ويعمرون المشاهد التي على القبور، التي نهى الله ورسوله عن اتخاذها،
Tidak ada sekte sesat yang lebih banyak berdusta daripada mereka dan tidak pula ada sekte sesat yang lebih jauh dari tauhid daripada mereka. Sampai-sampai mereka merobohkan masjid-masjid Allah yang disebutkan di dalamnya nama-Nya lalu mereka mengosongkannya dari salat berjamaah dan Jumat, tetapi mereka memakmurkan kubur-kubur keramat yang telah dilarang oleh Allah dan rasul-Nya untuk dijadikan tempat ibadah.
والله سبحانه في كتابه إنما أمر بعمارة المساجد لا المشاهد، فقال تعالى:
Allah dalam kitab-Nya hanya memerintahkan untuk memakmurkan masjid bukan kubur keramat. Allah berfirman:
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا} [البقرة: 114]
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya dan berusaha untuk merobohkannya?” (QS. Al-Baqarah: 114)
ولم يقل: مشاهد الله.
Allah tidak berfirman, ‘Kubur-kubur keramat.” (Iqtidha Ash-Shirath Al-Mustaqim Limukhalafah Ashhab Al-Jahim)
Itulah kedudukan sekte Syiah. Bukan itu saja. Bahkan, mereka juga-menurut beliau-lebih buruk daripada orang-orang munafik.
Syekhul Islam berkata:
يُظْهِرُونَ مُوَافَقَةَ الْمُسْلِمِينَ وَيُبْطِنُونَ خِلَافَ ذَلِكَ وَهُمْ شَرٌّ مِنْ الْمُنَافِقِينَ
“Mereka menampakkan diri sama dengan kaum muslimin, tetapi menyembunyikan apa yang bertentangan dengan itu. Dan mereka lebih buruk daripada orang-orang munafik.” (Majmu’ Al-Fatawa)
Kenapa mereka lebih buruk daripada orang-orang munafik?
Orang-orang munafik menyembunyikan kebatilan dalam keadaan mereka tahu bahwa itu batil. Sedangkan orang-orang Syiah menyembunyikan kebatilan dalam keadaan mereka merasa bahwa itu benar!
Siberut, 28 Rajab 1443
Abu Yahya Adiya






