Doa Imam Ahmad Untuk Jahm

Doa Imam Ahmad Untuk Jahm

Sudah masuk surga saja merupakan kenikmatan yang sangat besar, maka bagaimana pula jika ditambah dengan bisa melihat Tuhan kita?!

Nabi ﷺ mengabarkan:

إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، قَالَ: يَقُولُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى:

“Jika semua penduduk surga sudah memasuki surga, maka Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ؟

“Kalian menginginkan sesuatu yang perlu Kutambahkan?”

فَيَقُولُونَ:

Mereka menjawab:

أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا؟ أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ، وَتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ؟

“Bukankah Engkau telah mencerahkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka?”

Nabi ﷺ bersabda:

فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ، فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ

“Kemudian Allah menyingkap tabir dari diri-Nya. Maka tidak ada suatu kenikmatan yang diberikan kepada para ahli surga itu yang lebih mereka sukai daripada melihat kepada Tuhan mereka.” (HR. Muslim)

Itulah kenikmatan besar yang membuat penduduk surga ‘lupa’ akan berbagai kenikmatan yang telah mereka rasakan. Dan itu adalah kenikmatan yang wajib kita yakini. Namun sayangnya, itu tidak diyakini oleh Jahm bin Shafwan beserta para pengikutnya.

Jahm bin Shafwan dan sekte Jahmiyyah mengingkari hadis tadi, padahal hadis tentang melihat Allah di surga adalah mutawatir. Sangat banyak yang meriwayatkannya.

Namun, karena itu bertentangan dengan keyakinan mereka bahwa Allah tidak bisa dilihat di surga, maka mereka pun menolaknya.

Itulah keyakinan dan sikap mereka, karena itu wajarlah jika Imam Ahmad mendoakan mereka.

Imam Ahmad berkata:

فينظرون إلى الله لا إله إلا هو، وإنا لنرجو أن يكون الجهم وشيعته ممن لا ينظرون إلى ربهم ويحجبون عن الله، لأن الله قال للكفار:

“Penduduk surga melihat Allah, tidak ada yang berhak disembah kecuali Dia. Dan sesungguhnya kita berharap Jahm dan kelompoknya termasuk orang yang tidak bisa melihat Tuhan mereka dan terhalangi dari melihat Allah. Karena, Allah berfirman tentang orang-orang kafir:

{كَلاَّ إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ} [المطففين: 15]

“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka.” (QS. Al-Muthaffifiin: 15)

فإذا كان الكافر يحجب عن الله، والمؤمن يحجب عن الله، فما فضل المؤمن على الكافر؟ والحمد لله الذي لم يجعلنا مثل جهم وشيعته، وجعلنا ممن اتبع، ولم يجعلنا ممن ابتدع، والحمد لله وحده

Jika orang kafir terhalang dari melihat Allah dan orang mukmin juga terhalang dari melihat Allah, maka apa kelebihan orang mukmin dibandingkan orang kafir?! Segala puji bagi Allah yang tidak menjadikan kita seperti Jahm dan kelompoknya, dan menjadikan kita termasuk orang yang mengikuti sunnah serta tidak menjadikan kita termasuk orang yang berbuat bidah. Segala puji bagi Allah semata.” (Ar-Radd ‘Alaa Al-Jahmiyyah wa Az-Zanaadiqah)

 

Siberut, 11 Shafar 1444

Abu Yahya Adiya