Iman, Asy-Syafi’i, dan Asy’ariyyah

Iman, Asy-Syafi’i, dan Asy’ariyyah

Menurut Ahlussunnah wal Jama’ah, iman adalah keyakinan, perkataan, dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.

Dan sebagian kecil dari tokoh sekte Asy’ariyyah ternyata sependapat dengan pendapat Ahlussunnah wal Jama‘ah ini.

Syekhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:

فَأَمَّا أَبُو الْعَبَّاسِ القلانسي وَأَبُو عَلِيٍّ الثَّقَفِيُّ وَأَبُو عَبْدِ اللَّهِ بْنُ مُجَاهِدٍ شَيْخُ الْقَاضِي أَبِي بَكْرٍ وَصَاحِبُ أَبِي الْحَسَنِ – فَإِنَّهُمْ نَصَرُوا مَذْهَبَ السَّلَفِ.

“Adapun Abu Al-‘Abbas Al-Qalanisi, Abu ‘Ali Ats-Tsaqafi, Abu ‘Abdillah bin Mujahid, yaitu Syekh Al-Qadhi Abu Bakr, dan teman Abul Hasan, maka sesungguhnya mereka menolong pendapat salaf.” (Majmu’ Al-Fatawa)

Ini adalah nama-nama tokoh sekte Asy’ariyyah. Mereka ternyata sependapat dengan pendapat salaf, Ahlussunnah wal Jamaah dalam hal iman.

Namun, mereka hanyalah minoritas dibandingkan tokoh sekte Asy’ariyyah lainnya.

Mayoritas tokoh sekte Asy’ariyyah berpendapat bahwa iman itu tidak bisa bertambah dan berkurang dan mereka juga berpendapat bahwa iman itu hanyalah keyakinan atau pembenaran hati.

Dan mayoritas tokoh dan pengikut sekte Asy’ariyyah mengaku mengikuti mazhab Imam Asy-Syafi’i. Lantas, bagaimana dengan pendapat Imam Asy-Syafi’i tentang iman? Apakah sama dengan pendapat mereka?

Imam Asy-Syafi’i berkata:

وَكَانَ الْإِجْمَاعُ مِنَ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ مِمَّنْ أَدْرَكْنَاهُمْ أَنَّ الْإِيمَانَ قَوْلٌ وَعَمَلٌ وَنِيَّةٌ، لَا يُجْزِئُ وَاحِدٌ مِنَ الثَّلَاثَةِ بِالْآخَرِ

“Kesepakatan para sahabat dan tabiin setelah mereka yang kami temui yaitu bahwa iman adalah perkataan, perbuatan, dan niat. Tidak sah salah satu dari yang tiga ini tanpa yang lainnya.” (Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunnah wal Jama’ah)

Ternyata pendapat Imam Asy-Syafi’i tentang iman sangat berbeda dengan pendapat mayoritas tokoh dan penganut sekte Asy’ariyyah.

Imam Asy-Syafi’i adalah imam Ahlussunnah wal Jama’ah. Karenanya, tentu saja pendapat beliau tentang iman sama dengan pendapat imam Ahlussunnah wal Jamaah lainnya.

Imam Waki’ bin Al-Jarrah berkata:

أَهْلُ السُّنَّةِ يَقُولُونَ: الْإِيمَانُ قَوْلٌ وَعَمَلٌ

“Ahlussunnah berpendapat bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan.” (Asy-Syariah)

Imam Ibnu ‘Abdil Barr berkata:

أَجْمَعَ أَهْلُ الْفِقْهِ وَالْحَدِيثِ عَلَى أَنَّ الْإِيمَانَ قَوْلٌ وَعَمَلٌ

“Para ulama ahli fikih dan hadis telah sepakat bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan.” (At-Tamhid)

Perkataan di sini maksudnya perkataan hati dan lisan. Sedangkan perbuatan di sini maksudnya perbuatan hati, lisan, dan anggota badan.

 

Siberut, 9 Rajab 1443

Abu Yahya Adiya