Abu Bakr bin Al-Fallas menemui seorang Syiah yang sudah berubah menjadi makin parah.
Ia bercerita:
فوجدته بين يديه سنور أسود وَهُوَ يمسحها ويحك بين عينيها ورأيتها وعينها تدمع كَمَا جرت عادة السنانير بذلك وَهُوَ يبكي بكاءا شديدا فقلت لَهُ
“Aku mendapati di hadapannya ada seekor kucing hitam. Ia mengelus kucing tersebut dan membelai di antara kedua matanya. Kulihat kucing tersebut dalam keadaan matanya mengeluarkan air, seperti yang biasa terjadi pada kucing, sedangkan ia menangis tersedu-sedu. Kukatakan kepadanya:
لم تبك
“Kenapa engkau menangis?”
فَقَالَ
Orang itu menjawab:
ويحك أما ترى هذه السنور تبكي كلما مسحتها هذه أمي لا شك وإنما تبكي من رؤيتها إلي حسرة
“Celakalah engkau! Apakah engkau tidak melihat kucing ini menangis setiap kali aku elus? Ini adalah ibuku. Tidak diragukan lagi. Ia menangis karena sedih melihatku.”
قَالَ وأخذ يخاطبها خطاب من عنده أنها تفهم مِنْهُ وجعلت السنور تصيح قليلا قليلا
Lalu orang itu mengajak bicara kucing tersebut dengan pembicaraan yang seakan-akan kucing itu memahaminya, sedangkan kucing tersebut sebentar-sebentar mengeong.
فقلت لَهُ
Maka kukatakan kepadanya:
فهي تفهم عنك مَا تخاطبها به
“Kucing ini mengerti pembicaraan yang engkau sampaikan kepadanya?”
فَقَالَ
Orang itu menjawab:
نعم
“Ya.”
فقلت
Kukatakan:
أتفهم أنت صياحها
“Apakah engkau paham maksud ia mengeong?”
قَالَ
Ia menjawab:
لا
“Tidak.”
قلت
Aku pun berkata:
فأنت المنسوخ وهي الإنسان.
“Kalau begitu, engkaulah yang kucing, sedangkan kucing itulah manusia!” (Talbis Iblis)
Itulah keyakinan reinkarnasi yakni penjelmaan kembali manusia yang telah mati. Artinya, jika seseorang telah mati, maka rohnya akan pindah menuju jasad lain yang sesuai dengan perbuatannya ketika masih hidup. Kalau selama hidupnya seseorang selalu berbuat baik, maka rohnya akan menempati jasad yang baik. Namun, kalau selama hidupnya ia selalu berbuat buruk, maka rohnya akan menempati jasad yang buruk.
Tentu saja itu keyakinan yang batil dan kufur. Sebab, itu keyakinan yang bertentangan dengan akidah Islam tentang hari akhir.
Ibnu Hazm berkata:
وأما من زعم أن الأرواح تنتقل إلى أجساد أخر فهو قول أصحاب التناسخ، وهو كفر عند جميع أهل الإسلام
“Siapa yang mengklaim bahwa arwah berpindah ke jasad lain, maka itulah pendapat orang-orang yang meyakini reinkarnasi, dan itu adalah kekafiran menurut semua umat Islam.” (Al-Muhalla)
Siberut, 3 Dzulhijjah 1443
Abu Yahya Adiya






