Mengamalkan Bidah Orang Kafir

Mengamalkan Bidah Orang Kafir

“Sesungguhnya perkara yang paling dibenci Allah adalah bidah.” (As-Sunan Al-Kubra)

Itulah perkataan sahabat Nabi, Ibnu ‘Abbas yang disebutkan oleh Imam As-Suyuthi dalam kitabnya Haqiqah As-Sunnah wa Al-Bid’ah (Hakikat dari Sunnah dan Bidah).

Sebelum menyebutkan perkataan Ibnu ‘Abbas ini, Imam As-Suyuthi telah menyebutkan terlebih dahulu puluhan ayat dan hadis yang melarang dan mencela bidah dalam kitabnya itu.

Bidah itu perkara yang sangat terlarang dan tercela. Dan bidah adalah:

ما أحدث مما لا أصل له في الشريعة يدل عليه

“Segala sesuatu yang diadakan tanpa ada landasan yang menunjukkan demikian dalam syariat.” (Jami’ Al-Ulum wal Hikam)

Itu definisi bidah yang disebutkan oleh Imam Ibnu Rajab.

Atau kalau mau lebih singkat lagi, definisi bidah yakni:

ما أحدث في الدين من غير دليل

“Segala perkara baru yang diadakan dalam agama tanpa dalil.” (Qawa’id Ma’rifah Al-Bida’)

Siapa yang membuat perkara baru dalam agama ini tanpa ada dalilnya dari Al-Quran atau As-Sunnah, maka ia telah terjatuh dalam bidah. Ia telah terjatuh dalam perkara yang sangat dimurkai oleh Allah.

Itu kalau sekadar membuat perkara baru tanpa meniru orang-orang kafir. Maka bagaimana pula kalau itu hasil dari meniru mereka?

Syekhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:

ولهذا عظم وقع البدع في الدين، وإن لم يكن فيها تشبه بالكفار، فكيف إذا جمعت الوصفين؟

“Karena itu, terjadinya bidah dalam agama ini adalah perkara yang besar, walaupun tidak ada unsur meniru orang-orang kafir. Maka bagaimana pula jika kedua perkara itu berkumpul?!” (Iqtidha Ash-Shirath Al-Mustaqiim Limukhaalafah Ashhab Al-Jahiim)

Ya, bagaimana pula jika itu bidah dan juga meniru orang kafir?!

Syekhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:

فإنه لو أحدثه المسلمون لقد كان يكون قبيحا، فكيف إذا كان مما لم يشرعه نبي قط؟ بل أحدثه الكافرون، فالموافقة فيه ظاهرة القبح

“Sesungguhnya kalau kaum muslimin membuat perkara baru, itu saja sudah sangat buruk, maka bagaimana pula jika perkara baru itu tidak pernah disyariatkan oleh seorang nabi pun, melainkan dibuat oleh orang-orang kafir?! Menyamai mereka dalam hal itu sangatlah buruk.” (Iqtidha Ash-Shirath Al-Mustaqiim Limukhaalafah Ashhab Al-Jahiim)

 

Siberut, 23 Dzulqa’dah 1446
Abu Yahya Adiya