“Berapa banyak tetangga yang bergantung pada tetangganya di hari kiamat, seraya berkata:
يَا رَبِّ هَذَا أَغْلَقَ بابهُ دُوني فَمَنع مَعْرُوفَهُ
“Wahai Tuhanku! Ia telah menutup pintunya di hadapanku lalu enggan memberikan kebaikannya kepadaku!” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)
Demikianlah kabar dari nabi kita. Akan ada orang yang mengadu kepada Allah di akhirat nanti. Ia mengadukan tetangganya karena telah menelantarkannya. Dan kalau seseorang sudah menelantarkan tetangganya apakah ia orang yang baik di hadapan-Nya?
Nabi ﷺ bersabda:
لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ وجارهُ جَائِع
“Seorang mukmin bukanlah orang yang kenyang sedangkan tetangganya lapar.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)
Mukmin yang paling baik adalah mukmin yang paling baik akhlaknya, terutama kepada orang yang tinggal dekat dengan rumahnya yaitu tetangganya!
Nabi ﷺ bersabda:
وَخَيْرُ الْجِيرَانِ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ
“Sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik kepada tetangganya.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)
Dan di antara sifat tetangga yang baik yaitu “jika ia melihat kebaikan ada pada tetangganya, ia menyebarkannya. Dan jika melihat keburukan ada pada tetangganya, ia menutupinya.” (At-Tanwir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir)
Sudahkah kita menyebarkan kebaikan tetangga kita? Dan sudahkan kita menutupi aib tetangga kita?
Kalau belum, maka sadarilah, kita bukan orang yang baik kepada tetangga kita. Selain itu, segeralah perbaiki iman kita.
Nabi ﷺ bersabda:
وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ
“Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman!”
Ada yang bertanya:
وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟
“Siapa wahai Rasulullah?”
Beliau ﷺ menjawab:
الَّذِي لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ
“Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari keburukannya.” (HR. Bukhari)
Siberut, 25 Shafar 1446
Abu Yahya Adiya






