Allah Melaksanakan Salat?

Allah Melaksanakan Salat?

Allah melaksanakan salat. Itulah salah satu buah keyakinan wihdatul wujud.

Dan keyakinan itulah yang menjangkiti banyak kaum Sufi, di antaranya tarekat Naqsyabandiyyah.

Dr ‘Abdurrahman Dimasyqiyyah berkata:

ومن مراتب ومقامات الولاية عند النقشبندية مرتبة: حقيقة الصلاة. وهي مرتبة عالية جدا.

“Di antara tingkatan dan kedudukan wali menurut tarekat Naqsyabandiyyah yaitu tingkatan hakekat salat. Dan itu tingkatan yang tinggi sekali.

قالوا «ولعل فيما ورد في قصة المعراج «قف يا محمد فإن الله يصلي» إيماء إلى حقيقة هذه المرتبة» ثم انتهى إلى أن الله «في الحقيقة هو العابد والمعبود

Para pengikut tarekat Naqsyabandiyyah berkata bahwa yang disebutkan dalam kisah Mi’raj: ‘Berhentilah wahai Muhammad! Karena sesungguhnya Allah sedang melaksanakan salat!’, ini mungkin menunjukkan hakekat tingkatan ini. Lalu sampailah pada kesimpulan bahwa sebenarnya Allah adalah yang menyembah dan yang disembah!” (Ath-Thariqah An-Naqsyabandiyyah)

Pernyataan demikian disebutkan oleh tokoh tarekat Naqsyabandiyyah, Muhammad Ma’shum Al-‘Umari An-Naqsyabandi dalam kitab As-Sab’u Al-Asraar Fii Madaarij Al-Akhyaar.

Bukankah itu pernyataan yang jelas menunjukkan keyakinan wihdatul wujud?

Bukankah itu serupa dengan pernyataan tokoh Sufi pendukung wihdatul wujud yaitu Ibnu ‘Arabi?

Ibnu ‘Arabi pernah berkata:

الرب عبد والعبد رب … يا ليت شعري من المكلف

“Tuhan adalah hamba. Dan hamba adalah Tuhan…aduhai, siapakah yang dibebani syariat?” (Al-Futuhaat Al-Makkiyyah)

Keyakinan rusak tersebut turun-temurun dipertahankan oleh kaum Sufi dari sejak zaman Ibnu ‘Arabi sampai sekarang ini.

Dr ‘Abdurrahman Dimasyqiyyah berkata:

ولقد قال أحد النقشبنديين في لبنان (أحمد بدر الدين حسون) في خطبة له مسجلة عن الإسراء والمعراج فذكر هذه العبارة أن الله يصلي ثم قال:

“Salah seorang pemuka tarekat Naqsyabandiyyah, Ahmad Badruddin Hassun berkata di Lebanon dalam rekaman khutbahnya tentang Isra’ Mi’raj, ia menyebutkan ungkapan bahwa Allah melaksanakan salat lalu ia berkata:

فيا تارك الصلاة، ألا تتشبه بربك؟ ألا تقتدي بربك؟ إن ربك يصلي وأنت لا تصلي؟.

“Wahai orang yang meninggalkan salat! Apakah engkau tidak meniru Tuhanmu? Apakah engkau tidak meneladani Tuhanmu? Tuhanmu melaksanakan salat, sedangkan engkau tidak melaksanakan salat?!” (Ath-Thariqah An-Naqsyabandiyyah)

Nyamankah kita mendengar pernyataannya? Dan sudikah kita menerima pernyataannya?

Dr ‘Abdurrahman Dimasyqiyyah berkata:

فها قد زعم النقشبنديون أن الله يصلي فماذا تنتظرون يا مسلمين بعد ذلك. هذه مقولة شنيعة لم يقل بمثلها الكفرة ولا المجوس

“Lihatlah, para pengikut tarekat Naqsyabandiyyah telah mengklaim bahwa Allah melaksanakan salat. Maka, apa lagi yang kalian tunggu setelah itu wahai kaum muslimin? Itu adalah pernyataan keji yang tidak pernah diungkapkan oleh orang-orang kafir dan tidak pula oleh kaum Majusi!” (Ath-Thariqah An-Naqsyabandiyyah)

 

Siberut, 28 Shafar 1444

Abu Yahya Adiya