Khawarij dan Mengusung Jenazah Nabi ﷺ

Khawarij dan Mengusung Jenazah Nabi ﷺ

Ibnu Sirin adalah seorang ulama tabiin yang memiliki kemampuan menafsirkan mimpi.

‘Abdullah bin Muslim Al-Marwazi berkata:

كُنْتُ أُجَالِسُ ابْنَ سِيْرِيْنَ، فَتَرَكْتُهُ، وَجَالَسْتُ الإِبَاضِيَّةَ، فَرَأَيْتُ كَأَنِّي مَعَ قَوْمٍ يَحْمِلُوْنَ جِنَازَةَ النَّبِيِّ ﷺ. فَأَتَيْتُ ابْنَ سِيْرِيْنَ، فَذَكَرْتُهُ لَهُ، فَقَالَ:

“Aku menghadiri majelis Ibnu Sirin lalu kuhentikan. Kemudian aku menghadiri majelis kelompok Ibadhiyyah. Maka, aku lihat dalam mimpi seakan-akan aku bersama orang-orang yang mengusung jenazah Nabi ﷺ. Lalu aku pun mendatangi Ibnu Sirin. Aku sebutkan itu kepadanya, maka ia pun berkata:

مَالَكَ جَالَسْتَ أَقْوَاماً يُرِيْدُوْنَ أَنْ يَدْفِنُوا مَا جَاءَ بِهِ النَّبِيُّ ﷺ!

“Kenapa engkau menghadiri majelis orang-orang yang ingin mengubur ajaran Nabi ﷺ?!” (Siyar A’lam An-Nubala)

Kelompok Ibadhiyyah adalah pecahan dari sekte Khawarij.

Mereka menerima Al-Quran, tapi tidak mau menerima Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Tirmidzi, dan kitab hadis lainnya.

Kalau seseorang sampai menolak kitab-kitab hadis, bukankah itu artinya ia sedang berusaha mengubur ajaran Nabi?!

 

Siberut, 20 Jumada Al-Ulaa 1444

Abu Yahya Adiya