Munculnya ‘Tuhan’ di Mihrab

Munculnya ‘Tuhan’ di Mihrab

Pada suatu malam Imam Abu Maisarah Al-Maliki sedang beribadah di mihrabnya. Beliau melaksanakan salat dan berdoa kepada Allah dengan begitu khusyuk.

Tiba-tiba mihrabnya terbelah dan keluarlah dari belahan itu cahaya besar. Lalu tampaklah wajah laksana bulan. Kemudian sosok itu berkata:

تَمَلَّأْ مِنْ وَجْهِي يَا أَبَا مَيْسَرَةَ، فَأَنَا رَبُّكَ الْأَعْلَى

“Engkau telah memenuhi wajahku wahai Abu Maisarah. Akulah Tuhanmu Yang Maha Tinggi!”

Lalu apa reaksi Imam Abu Maisarah?

Beliau meludahi sosok yang ada di hadapannya itu lalu berkata kepadanya:

اذْهَبْ يَا لَعِينُ عَلَيْكَ لَعْنَةُ اللَّهِ

“Pergilah engkau wahai makhluk terlaknat. Semoga laknat Allah selalu menimpa dirimu!” (Al-Muwafaqaat)

Inilah sikap orang yang berilmu.

Coba bayangkan, kira-kira apa yang terjadi kalau peristiwa tadi menimpa orang awam dan tidak berilmu?

Bisa jadi ia percaya bahwa yang ia lihat adalah Allah, padahal itu adalah iblis laknatullah!

Adapun orang yang berilmu, ia tidak mudah tertipu. Sebab, ia tahu bahwa Nabi ﷺ bersabda:

تَعَلَّمُوا أَنَّهُ لَنْ يَرَى أَحَدٌ مِنْكُمْ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ حَتَّى يَمُوتَ

“Ketahuilah, tidak seorang pun di antara kalian yang bisa melihat Tuhannya sampai ia meninggal dunia.” (HR. Muslim)

Ya, tidak ada seorang pun yang bisa melihat Tuhannya kecuali kalau ia sudah mati, yaitu di akhirat nanti.

Adapun ketika di dunia, maka tidak ada seorang pun yang bisa melihat-Nya dalam keadaan terjaga.

Kalau ada orang di zaman sekarang yang mengaku melihat-Nya, maka bisa kita pastikan ia pendusta bin pembohong! Dusta perkataannya dan bohong ucapannya!

Apalagi kalau ia mengaku menerima wahyu dari-Nya, maka lebih dusta lagi perkataannya dan lebih bohong lagi ucapannya!

Apalagi kalau ia mengaku sudah bersatu dengan-Nya, maka lebih dusta lagi perkataannya dan lebih bohong lagi ucapannya!

Kita berlindung kepada Allah dari kekafiran yang nampak maupun yang tersembunyi….

 

Siberut, 9 Shafar 1444

Abu Yahya Adiya