Mereka sama-sama berkhianat dan kompak menyembunyikan pengkhianatan yang mereka lakukan.
Mereka sama-sama korupsi dan kompak menyembunyikan korupsi yang mereka lakukan.
Itulah keadaan para pelaku maksiat. Hubungan mereka mungkin terlihat akrab saat ini, tapi itu akan berubah di kemudian hari.
Allah berfirman:
الأخِلاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلا الْمُتَّقِينَ
“Teman-teman akrab pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain kecuali mereka yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)
Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini:
كُلُّ صَدَاقَةٍ وَصَحَابَةٍ لِغَيْرِ اللَّهِ فَإِنَّهَا تَنْقَلِبُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَدَاوَةً
“Setiap pertemanan dan persahabatan karena selain Allah, itu akan berubah di hari kiamat menjadi permusuhan.” (Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim)
Ya, akan berubah di hari kiamat menjadi permusuhan.
Setiap pertemanan atas dasar maksiat akan berubah menjadi permusuhan di akhirat.
Akan terjadi saling mencaci dan memaki. Akan terjadi saling membenci dan memusuhi.
“Gara-gara kamu aku menjadi sengsara begini!”
“Kalau bukan karena kamu, tentu aku tidak akan menderita seperti ini!”
Dan tidak mesti itu terjadi di akhirat. Kadang di dunia pun itu bisa terjadi.
Bukankah kita pernah mendengar ada para koruptor yang saling menjatuhkan satu sama lain, padahal sebelumnya mereka bersatu padu?
Bukankah kita pernah mendengar ada para pembunuh yang saling menyalahkan satu sama lain, padahal sebelumnya mereka kompak bekerja sama?
Syekhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:
وَالنَّاسُ إذَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ أَبْغَضَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا وَإِنْ كَانُوا فَعَلُوهُ بِتَرَاضِيهِمْ قَالَ طَاوُوسٌ:
“Jika orang-orang tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan, maka mereka akan saling membenci satu sama lain, walaupun mereka melakukan itu karena kerelaan mereka. Thawus berkata:
مَا اجْتَمَعَ رَجُلَانِ عَلَى غَيْرِ ذَاتِ اللَّهِ إلَّا تَفَرَّقَا عَنْ تَقَالٍ
“Tidaklah dua orang berkumpul karena selain Allah, kecuali mereka akan berpisah karena kebencian.” (Majmu’ Al-Fatawa)
Itu para pelaku maksiat. Adapun orang-orang yang bertakwa, mereka akan selalu akrab, baik ketika di dunia maupun di akhirat.
Karena itu, kalau kita ingin pertemanan kita langgeng sampai akhirat, maka jauhilah maksiat dan jangan sampai kita tolong-menolong dalam maksiat!
Siberut, 25 Shafar 1445
Abu Yahya Adiya






