Tobatnya Fakhruddin Ar-Razi

Tobatnya Fakhruddin Ar-Razi

Siapa yang tidak kenal dengan Fakhruddin Ar-Razi?

Ia adalah tokoh Asyariyyah dan ahli ilmu kalam yang sangat terkenal. Di antara karya tulisnya yang terkenal yaitu At-Tafsir Al-Kabir.

Imam Adz-Dzahabi berkata tentang Fakhruddin Ar-Razi:

وَانتشرَتْ تَوَالِيفُهُ فِي البِلاَدِ شرقاً وَغرباً، وَكَانَ يَتوَقَّدُ ذكَاءً

“Karya-karya tulisnya tersebar di berbagai negara di belahan timur dan barat. Dan ia sosok yang sangat cerdas.” (Siyar Alam An-Nubala)

Ya, ia sosok yang sangat cerdas, tapi sayangnya….

Imam Adz-Dzahabi berkata:

وَقَدْ بدَتْ مِنْهُ فِي تَوَالِيفِهِ بلاَيَا وَعظَائِمُ وَسِحْرٌ وَانحرَافَاتٌ عَنِ السُّنَّةِ، وَاللهُ يَعْفُو عَنْهُ، فَإِنَّهُ تُوُفِّيَ عَلَى طرِيقَةٍ حَمِيدَةٍ

“Sungguh, telah tampak pada karya-karya tulisnya bencana, perkara besar, sihir dan penyimpangan dari sunnah. Semoga Allah memaafkannya, karena sesungguhnya ia meninggal di atas jalan yang terpuji.” (Siyar Alam An-Nubala)

Apa maksud meninggal di atas jalan yang terpuji?

Imam Adz-Dzahabi melanjutkan:

وَقَدِ اعترَفَ فِي آخِرِ عُمُرِهِ، حَيْثُ يَقُوْلُ

“Sungguh, di akhir hayatnya ia telah mengakui kesalahannya, di mana ia berkata:

لَقَدْ تَأَمَّلْتُ الطُّرُقَ الْكَلَامِيَّةَ، وَالْمَنَاهِجَ الْفَلْسَفِيَّةَ، فَمَا رَأَيْتُهَا تَشْفِي عَلِيلًا، وَلَا تُرْوِي غَلِيلًا

“Sesungguhnya aku telah mengamati jalan-jalan ilmu kalam dan metode ahli filsafat, maka aku tidak melihat semua itu bisa menyembuhkan orang yang sakit dan tidak pula melegakan orang yang dahaga.

 وَرَأَيْتُ أَقْرَبَ الطُّرُقِ طَرِيقَةَ الْقُرْآنِ

Dan aku melihat jalan yang paling dekat adalah jalan Al-Quran.

اقْرَأْ فِي الْإِثْبَاتِ:

Aku membaca tentang penetapan sifat Allah:

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

“Tuhan Yang Maha Pengasih, Yang tinggi di atas ‘Arsy.” (QS. Thaha: 5)

إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ

“Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik.” (QS. Fathir: 10)

وَاقْرَأْ فِي النَّفْيِ:

Dan aku membaca tentang meniadakan keserupaan sifat-Nya dengan sifat makhluk:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia.” (QS. Asy Syura: 11)

وَمَنْ جَرَّبَ مِثْلَ تَجْرِبَتِي عَرَفَ مِثْلَ مَعْرِفَتِي

Siapa yang mencoba seperti yang telah kucoba, tentu ia akan tahu seperti yang telah kuketahui.” (Siyar Alam An-Nubala)

Akibat jerat ilmu kalam, Fakhruddin Ar-Razi menolak ketinggian Allah di atas Arsy.

Ilmu kalam telah menjeratnya sehingga ia menolak berbagai sifat Allah yang disebutkan dalam kitab-Nya dan hadis nabi-Nya.

Namun, ia menyadari kesalahannya itu. Ia melepaskan diri dari jerat ilmu kalam lalu bertobat di akhir hayatnya.

Semoga Allah mengampuninya….

 

Siberut, 7 Rajab 1444

Abu Yahya Adiya